Sosialisasi UAMBN MTs Tahun Ajaran 2016/2017

Kudus – Amanat Undang undang  Nomor 20 tahun 2013 tentang sistem Pendidikan Nasional, bahwa tujuan Pendidikan Nasional adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, berakhlak, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri. Dan untuk mengukur ketercapaian kompetensi peserta didik sesuai dengan standar kompetensi lulusan, perlu dilakukan penilaian hasil belajar peserta didik pada akhir satuan pendidikan. Penilaian hasil belajar tersebut dilakukan melalui Ujian Nasional dan Ujian Madrasah. Terkait dengan hal trsebut Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus pada tanggal 7 Maret 2017 mengadakan sosialisasi  UAMBN (Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional) MTs . Diikuti sebanyak 64 peserta dari unsur 61 kepala MTs Negeri dan swasta  dan 3 orang pengawas bertempat di MTs.N  1 Kudus .

Sedangkan tujuan dilaksanakan sosialisasi ini adalah untuk memberikan informasi kepada penyelenggara agar UAMBN dapat terlaksana sesuai aturan yang berlaku,  mendorong penyelenggara UAMBN agar segera melakukan persiapan secara instensif dan memadahi serta  menyampaikan informasi kepada penyelenggara UAMBN tentang Keputusan Direktur Jendral Pendididkan Islam No. 6843 tahun 2016 tentang Prosedur Operasional Standar UAMBN tahun 2016/2017.

Acara dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Farhani dalam arahannya menyampaikan Kebijakan Peningkatan Mutu Madrasah Melalui UAMBN mengatakan Kegiatan sosialisasi ini merupakan agenda pemerintah dalam rangka untuk melaksanakan sebagian tugas pokok pembangunan kususnya pembangunan di bidang agama yaitu lembaga pendididikan madrasah. Dikatakan beliau bahwa setelah kita melihat perkembangan 5 tahun terakhir ini dalam perkembangan pendidikan madrasah kita  ada peningkatan secara kwalitas  dan secara kwantitas. Perkembangan secara kwalitas bisa kita lihat peserta didik kita mampu tampil pada even/lomba baik secara regional maupun nasional dan mendapat juara ajang kompetensi yang dilaksanakan di Jakarta bulan November 2016 Jawa Tengah mendapat juara 1. Sedangkan secara kwantitas madrasah kita mampu bersaing dengan sekolah lain. Ini dtandai dengan banyaknya saat penerimaan peserta anak didik baru selalu meningkat. Ini artinya bahwa masyarakat kita sekarang sudah percaya kepada lembaga pendidikan yang di kelola oleh Kementerian Agama.

Pada Era globalisasi dibidang ilmu dan tehnologi ini terkadang melahirkan potensi yang negatif dan positif. Yang negatif diantaranya adalah pergaulan bebas diusia anak sekolah dan solusinya anak harus disekolahkan di sekolah agama jadi prestasi anak tidak hanya meliputi  kwalitas saja tetapi juga kwantitasnya.

Sekarang ini madrasah mengalami perkembangan dan masyarakatpun sangat memerlukanya  sekalipun di masyarakat saat ini masih memandang dengan sebelah mata. Itu pendapat masyarakat tetapi kalau kita melihat faktanya  Kementerian Agama mendapat anggaran .Dan dengan anggaran tersebut  keberadaan Kementerian Agama  sangat diperhitungkan oleh Pemerintah. Saatnya sekarang  kita memahamkan kepada masyarakat dimana anggaran tersebut oleh kebijakan pemerintah 85% untuk pendidikan, sementara UU mengamandemenkan 20 %. Ini merupakan komitmen Pemerintah untuk membangun pendidikan madrasah kita agar semakin meningkat . Keberadaan Kementerian Agama  sangat penting,  karena pentingnya itulah, Kementerian  Agama   oleh Pemerintah diberi anggaran sekalipun secara defakto sarana dan prasarana belum memadai akan tetapi tidak menjadi alasan untuk tidak berprestasi.

Diakhir sambutanya beliau berharap  agar TPG ( Tunjangan Profesi Guru) dibayarkan tepat waktu  dan SK Impasing segera turun meskipun pembayaranya menunggu tersedianya dana dari Pemerintah. Hal ini diusulkan oleh Ka Kanwil Kementerian Agama Provinsi jawa Tengah kepada Menteri  Agama di Jakarta. Disamping itu beliau juga mengharap agar UAMBN dipersiapkan dengan baik, pelaksanaanya harus dapat dipertanggungjawabkan dan hasilnya nanti dapat dibanggakan oleh masyarakat. Selesai Sosialisasi UAMBN dilanjutkan rapat koordinasi tentang  pelaksanaan UAMBN  yang diikuti  oleh peserta sosialisasi yang dipimpin oleh Kasi Pen Mad. (St. Zul/bd)