Sosialisasi UAMBN Tahun 2017 / Kasi Penma : Laksanakan UAMBN dengan tertib dan sukses.

————————————————————————————————————————————————————–

Mas, zaim…tolong dibantu untuk statmentnya mana ya?karerna semua kal.keterangan.Awal paragraf pertama diberi narasi lagi ya jangan langsung pelaksanaan kegiatan.Tks

————————————————————————-

Seperti ini mbak Wulan. judulnya bisa diperbaiki mungkin. nuwun

————————————————————————-

Boyolali – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali melalui Seksi Pendidikan Madrasah menyelenggarakan Sosialisasi Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) Tahun 2017. Sosialisasi tersebut dilaksanakan dalam rangka memantapkan langkah madrasah dalam melaksanakan Ujian Nasional tahun 2017. Acara yang berlangsung pada kamis (23/2) tersebut bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali diikuti oleh seluruh Kepala Madrasah dan Kelompok Kerja Madrasah se Kabupaten Boyolali.

Menurut Plt Kepala Seksi Pendidikan Madrasah yang juga sebagai pelaksana UAMBN  tingkat kabupaten Muh. Mualim, Sosialisasi yang dilaksanakan oleh Kankemenag Kab Boyolali ini dapat dikatakan terlambat dilaksanakan mengingat ujian nasional akan diselenggarakan serentak mulai bulan april mendatang. Hal ini dikarenakan juknis pelaksanaan Ujian Nasional (UN) baru saja disosialisasikan  kepada Kasi Penma Se Jawa Tengah minggu kemarin. Disamping itu keputusan diselenggarakannya UN baru digedok bulan januari oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan setelah sebelumnya sempat diputuskan untuk ditiadakan. Hal ini secara langsung berimbas kepada persiapan penyelenggaraan ujian nasional yang dilaksanakan oleh Kemendikbud dan Kemenag.

Walaupun sistem ujian nasional masing menggunakan sistem tahun 2016, tetapi tetap ada perubahan dan penambahan pada system tersebut. Perubahan yang paling mencolok adalah diterapkannya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sekolah. Hal ini sedikit banyak membututuhkan tenaga ekstra karena baru pada tahun ini madrasah menyelenggarakan ujian nasional berbasis Komputer, lanjutnya.

Mualim juga menyampaikan bahwa pada tahun 2017 ini sebanyak 5 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan 3 Madrasah Trasawiyah Negeri (MTsN) di Kabupaten Boyolali menyatakan kesanggupannya melaksanakan UNBK. Dari segi sarana dan prasarana ke 8 madrasah tersebut dianggap sudah layak untuk melaksanakan UNBK. Hal ini dibuktikan dengan telah dilaksanakannya simulasi pelaksanaan UNBK di 8 madrasah tersebut. Sementara itu, untuk madarasah yang tahun ini belum bisa melaksanakan UNBK dapat melaksanakan ujian nasional dengan menggunakan lembar jawaban.

Diharapkan dengan diselenggarakannya sosialisasi ini, Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional dapat terlaksana dengan tertib dan sukses. Bagi madrasah yang sudah mampu melaksanakan UNBK dapat melaksanakan UNBK tahun 2017 dengan baik. Dan bagi madrasah yang belum mekalsanakan UNBK dapat menjadi cambuk agar tahun depan bisa melaksanakan UNBK pungkas Mualim. (Jaim)