STABN Raden Wijaya Wonogiri telah mewisuda angkatan ke-4

Wonogiri – Sekolah Tinggi Agama Budha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri menyelenggarakan Dies Natalis dan Wisuda Kelulusan yang ke-4 tahun 2014, di Gedung Giri Wahana kawasan GOR Girimandala Wonogiri, pada Senin (9/12). Acara ini diikuti 15 wisudawan/wisudawati mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Sulsel, Lampung, Jatim, Bali, dan NTB.

Hadir dalam acara tersebut Direktur Urusan Pendidikan Agana Buddha Kemenag Ri, Bupati Wonogiri, Kapolres Wonogiri, Dandim Wonogiri, Kakankemenag Wonogiri, tokoh umat beragama dan sivitas akademika STABN Raden Wijaya Wonogiri.

Dalam sambutannya, Ketua STABN Raden Wijaya Ir. Suhartoyo Pusaka Jati, MM menyampaikan tantangan kedepan. “Tantangan yang penting adalah masalah sosial ekonomi, kesejahteraan hidup dan pergaulan/hubungan antar manusia. Hal ini berhubungan dengan bagaimana bersosialisasi dan bekerja, berusaha, berkomunikasi dan berinteraksi,” terangnya.

Suhartoyo berpesan kepada wisudawan-wisudawati agar moral dan etika yang didapatkan selama kuliah haruslah diterapkan dalam pekerjaan. “Selama menempuh pendidikan STABN Raden Wijaya, Saudara tidak mendapatkan pendidikan berusaha, bekerja, berkomunikasi, berinteraksi secara langsung, namun saudara mendapatkan ilmu moral dan etika yang luhur. Sehingga dalam bekerja, berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan harus didasari dengan moral dan etika. Dengan demikian, akan terbentuk sistem hubungan antar manusia dan sistem ekonomi yang bermoral,” jelasnya lanjut.

Sementara Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Kemenag RI, Drs. Heru Budi Santoso, MM menyampaikan, tantangan zaman ke depan begitu berat. Oleh karena itu, setiap sarjana harus berkompetisi dalam membina kehidupan masyarakat berdasarkan mental dan moral. Saat ini, dua hal tersebut dalam kondisi yang semakin memprihatinkan. Oleh karenanya, alumni STABN Raden Wijaya diharapkan mampu mengembangkan budaya tanggung jawab atas ilmu yang diperoleh sehingga bermanfaat bagi kepentingan akademik dan kehidupan masyarakat.

“Saudara sekalian harus mampu meningkatkan peran serta institusi dalam penyelesaian persoalan bangsa berdasarkan wawasan Buddha Dharma. Selain itu juga diharapkan mampu mengembangkan studi Buddha Dharma dalam Wawasan Kebangsaan Indonesia dan keilmuan dalam pendidikan dan pengajaran,” sambungnya.

Ketua STBN Raden Wijaya Wonogiri mengingatkan kepada wisuda-wisudawati untuk selalu bersyukur kepada Tuhan. “Coba kita renungkan, masih banyak umat Budha yang tidak beruntung seperti saudara yang bisa mengenyam pendidikan tinggi. Oleh karenanya, Saudara harus bisa membimbing dan memberikan arahan kepada masyarakat luas. Pengabdian saudara perlu di kedepankan, di wujudkan dan dinyatakan” imbuhnya.(Mursyid&Heri)