Stop Bullying, MI Ma’arif NU Penolih Gelar Penyuluhan

Purbalingga – Bercanda dengan teman merupakan hal yang  lumrah,  juga salah satu pertanda bahwa  hubungan antar teman semakin akrab. Bercanda, diyakini sebagian orang cara mencairkan suasana agar lebih rileks. Namun bercanda yang berlebihan, apalagi sampai pada tahapan mengolok-olok yang mengakibatkan ketersinggungan dan sakit hati, tentu harus dihindari. Hal tersebut disampaikan Motivator, Sri Lestari di hadapan 147 siswa, para guru dan wali siswa kelas 1 dan 2 MI Ma’arif NU Penolih Kecamatan Kaligondang dalam kegiatan Parenting dan Penyuluhan Stop Bullying yang  digelar di komplek madrasah setempat, sebagaimana dituturkan kepada Humas Kankemenag,  Kamis (21/03/2019)

Menurutnya, Rasulullah Muhammad saw. menganjurkan kepada umatnya agar saling menyayangi serta menerapkan adab dalam memanggil nama seseorang  dengan panggilan yang disukai.

“Semua teman kita mempunyai nama yang bagus, panggillah dengan namanya. Jangan memanggil dengan nama yang buruk. Karena selain menyakiti teman kita, hal tersebut juga termasuk menghina ciptaan Allah SWT,” ungkapnya Lestari

Dalam kesempatan tersebut ia juga mengajak anak-anak untuk saling bersalaman, bermaafan dan berpelukan. “Kepada yang lebih tua kita menghormati, kepada yang lebih muda kita menyayangi, dan kepada teman sebaya kita menghargai. Yuk kita awali dengan bersalaman, bermaafan dan berpelukan dengan teman di samping kita,” ajaknya.

Kepada para wali siswa yang hadir, Lestari juga mengajak agar orang tua tidak mem-bully anak-anaknya dengan sebutan yang buruk. Karena menurutnya nama adalah sebuah do'a dan do'a seorang ibu lebih mustajab dari do'a nya para wali.

“Anak hadir adalah sebagai titipan Allah bukan atas sebuah pilihan. Baik atau buruk karakter anak kita, mereka adalah anugerah. Jangan sampai kita mem-bully anak-anak kita  dengan sebutan Si Tolol, Si Nakal, Si Bandel. Tetapi panggillah anak-anak kita dengan panggilan sholih atau sholihahnya,” tegasnya.

Lestari mengajak wali siswa untuk senantiasa menjadi teladan di rumah bagi putra-putrinya serta melanjutkan pembiasaan karakter yang sudah dilakukan di madrasah.

“Orang tua seyogyanya jangan brongkos keong atau menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak ke madrasah. Karena waktu anak di madrasah lebih sedikit dibandingkan dengan waktu bersama keluarga di rumah,” pungkasnya.

Upaya Preventif

Kepala MI Ma'arif NU Penolih, Ahmadi menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan tersebut bertujuan sebagai upaya preventif agar peserta didiknya tidak menjadi pem-bully atau korban bullying baik bully secara verbal maupun non verbal.

“Biasanya bullying pada anak-anak berawal dari bercanda sampai akhirnya menangis. Hal tersebut tentu tidak baik jika terlalu sering terjadi di lingkungan madrasah,” tandasnya.

Ia menambahkan, kegiatan yang semula direncanakan digelar di halaman madrasah terpaksa dipindah ke Masjid Thoriqotussalaam di komplek madrasah setempat. Selain mengundang motivator pihaknya juga menghadirkan anggota Polsek Kaligondang, Ipda Muflikhun. (sri-sar/bd)