STOP Perilaku BABS

Tegal – Dalam rangka pencanangan Kota Tegal yang bebas dari Open Defecation Free (ODP) atau yang lebih dikenal dengan Buang Air Besar Sembarangan, maka Kementerian Agama Kota Tegal bersama Dinas Kesehatan gelar sosialisasi /penyuluhan ODF tahun 2017, Kamis (20/07) di Pukesmas Kecamatan Tegal Barat.

Dalam acara tersebut, salah satu  Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Tegal, Hindun Nuuril Aimmah,  salah satu narasumber pada acara itu,  mengatakan bahwa tujuan utama diadakanya sosialisasi tersebut adalah untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran kepada masyarakat tentang bahayanya Buang Air Besar Sembarangan.

Salah satu bahaya Buang Air Besar Sembarangan adalah disamping mengganggu lingkungan sekitar, juga akan terciptanya berbagai macam penyakit serta dari segi agama, perilaku tersebut tidak mencerminkan sebagai orang yang beriman, “kata nabi, kebersihan adalah sebagian dari iman, “tutur Hindun

Menurut planning, kosentrasi penyuluhan oleh Pemerintah Kota Tegal akan difokuskan diwilayah bagian utara, tepatnya di Kelurahan Kraton, Kelurahan Muarareja dan Kelurahan Tegal Sari yang merupakan wilayah Kecamatan Tegal Barat. Yang menurut informasi daerah tersebut notabene rawan BABS.

Selanjutnya menurut Hindun, di tiga wilayah kelurahan tersebut memang masih banyak masyarakat yang masih memiliki perilaku ODF, diantanya buang air besar di sungai, balongan dan got (saluran kecil), bahkan ada sebagian masyarakat  yang menjadikan tempat tersebut sebagai septitank, “kata Hindun saat memaparkan materinya.

Oleh karena itu tambah Hindun, Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Kesehatan berencana melakukan pencanangan bebas ODF sekitar bulan September  2017, dan menurut planning akan dimulai dari kelurahan Kraton, “imbuh Hindun.

Penyuluhan Maraton

Sementara itu, ditempat yang sama Kepala Puskesmas Tegal Barat, dr Bambang yang mewakili dari Dinas Kesehatan Kota Tegal, menyampaikan bahwa penyuluhan akan dilaksanakan secara maraton dibulan ini , terutama ketiga kelurahan tersebut.

Pemerintah tidak akan berputus asa dalam melakukan kepenyuluhan terutama daerah-daerah yang rawan BABS, karena jika dibiarkan maka daerah tersebut rentan dengan berbagai macam penyakit, diantaranya diare, typus dan penyakit menular lainnya, “ungkap Bambang.

Setelah diadakan sosialisasi ini, harapan terbesar Pemerintah Kota Tegal, hendaklah masyarakat bisa merubah pola pikir (mindset), yaitu dari kebiasaan ODF atau BABS beralih ke tempat jamban sehat, sehingga Kota Tegal diharapkan bisa meraih Adipura Kencana, harap Bambang. (IM/rf)