Stratedi Dakwah Menjadi Hal Penting Bagi Seorang Penyuluh

Surakarta – Keberhasilan seorang Penyuluh Agama Islam dalam melaksanakan tugasnya di masyarakat dipengaruhi oleh beberapa komponen diantaranya komponen strategi dakwah yang dipilih dan dirumuskan. Karena kemajemukan masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, ras, tradisi, bahasa, serta status sosial ekonomi yang berbeda-beda. Menghadapi kondisi ini seorang penyuluh harus menyusun strategi yang tepat dalam pelaksanaan tugas kepenyuluhannya demi tercapainya tujuan tugas itu.

Penyuluh Agama Islam baik yang berstatus PNS maupun Non PNS harus selalu bersosialisasi serta menambah wawasan dengan banyak bersilaturrahmi dan membaca buku baik yang berbasis agama maupun ilmu pengetahuan lainnya, karena seorang penyuluh agama mempunyai tantangan untuk mampu menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh kepala Kemenag Kota Surakarta melalui Kasi Bimas Islam, Nasiruddin dalam kegiatan pembinaan terhadap 40 orang Penyuluh Agama Islam Non PNS Kota Surakarta di aula kankemenag Kota Surakarta, Kamis (09/03).

Dalam arahannya Nasiruddin mengatakan bahwa penyuluh agama bukan saja memberikan pendidikan agama Islam pada masyarakat, tetapi lebih dari itu juga memberi motivasi kepada umat islam dan berupaya agar meningkatkan partisipasinya secara maksimal dalam mensukseskan program-program pembangunan melalui pintu dan bahasa agama.

“Penyuluh jangan cuma memberikan pelajaran mengenai agama saja tapi harus menjadi teladan serta memberikan motivasi kepada masyarakat tentang bagaimana menjalankan kehidupan  dengan benar dan sesuai tuntunan Al Qur’an”,  jelas Nasiruddin.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat terbentuk Penyuluh Agama Islam non PNS yang menjunjung tinggi norma agama juga dapat terbentuknya penyuluh agama Islam non PNS yang sehat jasmani, bersemangat dalam melaksanakan tugas serta memenuhi kompetensi sebagai penyuluh agama Islam.Dia juga mengatakan bahwa para penyuluh harus dapat menjadi suri teladan yang baik di masyarakat.

Nasiruddin juga  mengatakan bahwa Kementerian Agama sangat membutuhkan penyuluh untuk dapat melakukan pembinaan kepada masyarakat sebagai perpanjangan informasi Kementerian Agama di berbagai tempat.

“Karena perannya sebagai perpanjangan informasi maka fungsi penyuluh sangat strategis di masyarakat untuk memberikan pemahaman dan penyuluhan agama termasuk juga, mewaspadai situasi yang mungkin terjadi di masyarakat dengan munculnya gerakan-gerakan atau aliran yang menyesatkan”, ujar Nasiruddin. (abc/wul)