Strategi Reformasi Birokrasi Dan Pembangunan Zona Integritas

Wonosobo – Sebagian upaya yang harus dilakukan sebagai ikhtiar pembangunan Zona Integritas (ZI) adalah persamaan persepsi anti korupsi menjadi tolak ukur utama pembangunan ZI. Demikian disampaikan Nur Kholis selaku panitia penyelenggara Rakor Pembangunan ZI menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Kanwil Kemenag Prov. Jateng, yang dihelat di Hotel Sunan Solo selama empat hari berturut-turut yakni mulai hari Selasa sampai dengan hari Sabtu, 8 s.d 11 Juni 2021.

Kholis katakan persamaan persepsi dan komitmen seluruh pegawai merupakan salah satu faktor yang akan mempengaruhi keberhasilan yang tengah dicanangkan, “pegawai merupakan detak jantung dalam setiap lembaga pemerintah. Keberhasilan suatu program tidak lepas dari kinerja pegawai. Oleh karena itu, manajemen sdm serta persamaan persepsi dan komitmen sangan dibutuhkan didalamnya,” kata Kholis sesuai yang ditulis Fakih Khusni dalam resume laporan kegiatan yang dikirim melalui Whatsapp pada hari Rabu, (9/6).

Selain penjelasan Kholis, Fakih juga merangkum apa yang disampaikan oleh Kartika Damawanti selaku Kepala Bagian Rasilitasi RB dan Pelaporan Biro Ortala Setjen Kemenag RI yang hadir sebagai pengisi materi.

Dalam tulisannya ia katakan, Kartika Damawanti menyampaikan berbagai strategi percepatan pembangunan ZI yang diawali dengan adanya kesamaan pemahaman dan tindakan dalam melaksanakan RB dan ZI, serta meningkatkan tata kelola dan tingkatkan efektifitas pelaksanaannya, “dukungan pelaksanaan RB dan ZI dari semua ASN pegawai karyawan dan seluruh yang terkait dengan RB dan ZI, harus menandatangani Pakta Integritas, jika perlu libatkan dukungan eksternal misal dari jajaran pimpinan Pemda,” jelas Kartika.

Selain itu Kartika katakan, layanan unggulan perlu diperhatikan dan prioritaskan misalnya dengan mengelurakan inovasi layanan aplikasi digital, layanan autorespon melalui media sosial kekinian juga dengan digitalisasi arsip, “ada strategi cepat dengan langkah sederhana yaitu study, tiru, dan sempurnakan berbagai komponen pendukung RB dan ZI. Kankemenag Kota Yogyakarta bisa jadi contoh, pada tahun 2018 raih WBK dan 2 tahun berikutnya yaitu pada tahun 2020 mendapatkan predikat WBBK,” imbuh Kartika.

Sementara itu, saat dijumpai diruangnya pada hari Kamis (10/6) Kakankemenag Kab. Wonosobo Ahmad Farid, saat dimintai keterangannya usai mengetahui laporan progress kegiatan disolo menyampaikan agar tim ZI merangkum dan betul-betul mempelajari keseluruhan materi yang didapat untuk selanjutnya dapat disampaikan kepada seluruh tim ZI yang tidak hadir disolo, “sepuluh tim ini kami tugaskan untuk menyimak betul apa yang disampaikan saat rakor, nanti seluruh materi itu bisa kita bahas bersama diskusikan bersama sehingga muncul strategi-strategi untuk percepatan ZI di Kankemenag Wonosobo,” kata Farid.

Farid Tambahkan, terkait dengan pembangunan komitmen dan persamaan persepsi, Kankemenag Kab. Wonosobo pada beberapa waktu yang lalu sudah mulai memanggil seluruh asn satker dan unit kerja Kankemenag Kab. Wonosobo, untuk dilakukan pembinaan pemahaman persepsi dan penandatangan komitmen serta pakta integritas. Ps-ws