Studi Banding Pokjaluh Kemenag Kota Yogyakarta Dalam Upaya Sharing Kepenyuluhan Dengan Pokjaluh Kemenag Jepara

Jepara – Bertempat di Rumah Makan Pondok Bambu Samadyo Bulu Jepara, Senin 06 Agustus 2018 Pokjaluh Agama Islam Kemenag Kabupaten Jepara mendapat kehormatan kunjungan silaturrahmi dari  Pokjaluh Agama Islam Kota Yogyakarta sebanyak 32  personil. Dalam ucapan selamat datang yang disampaikan oleh Kepala Sub Bag TU Kankemenag Kabupaten Jepara, Drs. H. Ali Arifin, MM, menyampaikan bahwa study banding dalam upaya menjalin silaturrahmi antar sesama Penyuluh Agama Islam Fungsional, sebagai media sharing kepenyuluhan dalam meningkatkan kompetensi masing- masing. Jepara yang lokasinya berada di pinggiran yang tidak menjadi jalur utama pantura karena sempalan dari Demak dan Kudus. Tanpa tiga wanita pejuang Jepara yaitu Ratu Shima, Ratu Kalinyamat serta Ibu RA Kartini dan ukir ukiran, mungkin Jepara tidak akan menjadi “ Kuncara”.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Sigit Waskita dalam sambutannya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas apresiasi Pokjaluh Agama Islam Kemenag Kabupaten Jepara dalam menyambut rombongan dari Pokjaluh Kemenag Kota Yogyakarta setelah kegiatan selama dua hari di kepulauan Karimunjawa. Lebih lanjut disampaikan bahwa Penyuluh Agama Fungsional Kota Yogyakarta yang berjumlah 37 orang, dengan jumlah wilayah sebanyak 14 Kecamatan, maka jumlah Penyuluh Agama Fungsional di Kota Yogyakarta dirasa sudah mencukupi untuk kebutuhannya dan dibantu dengan Penyuluh Non PNS. Proyek besar yang dipersiapkan oleh para PAIF Kota Yogyakarta adalah bakti sosial di Kabupaten Gunung Kidul menghadapi musim kemarau seperti penyediaan air bersih, dan pendistribusian daging qurban, yang keseluruhan biayanya ditanggung secara mandiri oleh para PAIF dengan dukungan dari kelompok binaan masing- masing.

Kegiatan study banding dilanjutkan dengan paparan kepenyuluhan yang disampaikan oleh Badrudin, S.Ag, MH mewakili Pokjaluh Kemenag Jepara, dan direspon oleh Ketua Pokjaluh Kota Yogyakarta, Muhammad Mahlani, S.Ag, M.Pd yang tertarik untuk menduplikat bentuk pengembangan Bimluh di Komplek Rusunawa oleh Pokjaluh Kemenag Kabupaten Jepara seperti pendirian TPQ Rusunawa Kyai Mojo, Pendirian MT Babussalam, Peringatan PHBI dan kegiatan khitan massal. Lebih lanjut ditegaskan oleh Mahlani bahwa di Kota Yogyakarta terdapat 2 kompleks Rusunawa dan kawasan perkotaan miskin seperti di Kali Code. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian cinderamata dan doa penutup yang dipimpin oleh KH Ali Mudhofar. Selanjutnya kegiatan foto bersama. (ChoiriyahSt/bd)