Studi Banding PTSP, Amati dan Adopsi

Purbalingga – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga dalam waktu dekat akan segera meluncurkan layanan yang mempermudah masyarakat sebagai penggunanya. Produk layanan  tersebut adalah Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Karsono setiba di Kankemenag Kabupaten Kebumen, Selasa (09/04/2019) dalam kegiatan Studi Banding. Bersama 22 personil lainnya, Karsono diterima Kepala Kankemenag Kabupaten Kebumen, Kasubbag TU, Kepala Seksi dan Gara beserta para staf di aula setempat.

Menurut Karsono PTSP merupakan wujud peningkatan pelayanan Kantor Kementerian Agama terhadap masyarakat. Mengikuti jejak sejumlah Kankemenag Kabupaten/ Kota lainnya yang telah meluncurkan layanan tersebut, Kankemenag Kabupaten Purbalingga juga telah melakukan berbagai persiapan.

“Berbagai persiapan telah kami laksanakan. Di antaranya mempersiapkan ruang khusus PTSP yang cukup representatif, membentuk Tim PTSP dan melakukan Studi Banding ke Kantor Kemenag Kabupaten Kebumen yang telah lebih dahulu melaksanakan PTSP,” ungkapnya.

Terkait alasannya memilih Kankemenag Kabupaten Kebumen sebagai tujuan Studi Banding, Karsono menjelaskan bahwa Kankemenag Kabupaten Kebumen termasuk yang pertama melaksanakan Pelayanan PTSP di wilayah Jawa Tengah. Menurutnya PTSP merupakan salah satu cara meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Salah satu cara agar Kementerian Agama bangkit lagi adalah dengan cara meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya yakni dengan PTSP. Melalui Studi Banding PTSP ini diharapkan para peserta dapat mengamati, bertanya, meniru dan mengadopsinya,” jelasnya.

Kepala Kankemenag Kebumen, Panut mengaku tersanjung dengan kehadiran Kakankemenag Purbalingga beserta rombongan karena kantornya menjadi prioritas utama sebagai lokasi studi banding pelaksanaan pelayanan PTSP. Ia mengatakan, PTSP yang sudah dilaksanakan di kantornya tidak terlepas dari perjuangan gigih para pejabat terdahulu dan yang sekarang masih aktif. Menurutnya pelaksanaan PTSP juga tidak bisa dipisahkan dari Zona Integritas yang merupakan bagian dari Reformasi Birokrasi. Panut pun dengan senang hati mempersilakan aplikasi PTSP dan kelengkapannya diadopsi dan diterapkan di Kankemenag Purbalingga.

“Apa yang sudah kami lakukan di sini semoga menjadi bahan tukar pengalaman. Dan kami membuka kritik serta saran atas pelaksanaan PTSP di kantor kami,” pungkasnya.

Paparan PTSP

Usai menampilkan video profil Kankemenag Kebumen dan launching PTSP, Kasubbag Tata Usaha, Suwaibatul Aslamiyah menjelaskan perlunya melakukan analisa.

“Sebelum melaksanakan PTSP, dilakukan analisa terlebih dahulu. Kira-kira pelayanan apa yang perlu di PTSP-kan. Kita survey kesemrawutan apa yang sering terjadi di masing-masing seksi. PTSP diharapkan menjadi solusi bagi masalah di masing-masing seksi,” katanya.

Usia mendengarkan paparan para peserta Studi Banding melihat langsung pelaksanaan PTSP di ruang PTSP. (sri-sar/bd)