Study Banding PTSP Sebagai Sarana Memberikan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

Grobogan – Untuk menyajikan terobosan baru Kementerian Agama dalam upaya peningkatan pelayanan yang disebut Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) merupakan standar pelayanan kerja dan kinerja instansi pemerintah akan segera diterapkan Kementerian Agama Kabupaten Grobogan. Untuk mewujudkan hal tersebut, Kepala Kemenag bersama rombongan yang berjumlah 31 orang bertolak ke Kementerian Agama Kota Jogjakarta dalam rangka study banding PTSP yang sudah diterapkannya sejak awal tahun 2018, Rabu (10/10).

Rombongan Kemenag Kab.Grobogan melihat dan meninjau akan sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk instansi pemerintahan, khususnya di Kementerian Agama sendiri.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan Kemenag Kab.Grobogan melihat tata cara sistem dan mekanisme pelayanan satu pintu yang menjadi terobosan dan inovasi mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Kedatangan rombongan dari Kemenag Grobogan ini disambut langsung oleh Kasubbag TU nya, Abdul Su’ud di Aula kantornya. Dalam sambutannya mengatakan bahwa pelayanan satu pintu merupakan perwujudan komitmen Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“PTSP disini yang paling akhir di wilayah Jogjakarta dan merupakan komitmen dalam melaksanakan tugas yaitu melayani segala kebutuhan masyarakat yang berkaitan dengan Kementerian Agama dengan sebaik-baiknya”, kata Su’ud.

Lebih lanjut Su’ud  mengatakan bahwa salah satu keuntungan dari penerapan PTSP adalah penggunaan IT dalam rangka memudahkan dan mempercepat pelayanan masyarakat, sehingga dapat lebih fokus menyelesaikan pekerjaan lainnya.

“PTSP ini telah memaksa seluruh jajaran di Kemenag kota jogjakarta menyesuaikan, yang dulunya penanganan pelayanan membutuhkan waktu yang cukup lama dengan adanya PTSP bisa memudahkan dan mempercepat pelayanan bagi masyarakat. PTSP sendiri ditempatkan di Kantor depan yang ditangani front office dan back office dengan semboyan enak dipandang, sehingga tamu-tamu bisa nyaman dalam pelayanan Kemenag,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Grobogan, Hidayat Maskur mengatakan bahwa kehadirannya ke Kemenag kota jogjakarta adalah untuk menuntut ilmu terkait pelayanan terpadu satu pintu. Kenapa dipilih Kemenag kota Jogjakarta , disamping PTSP sudah berjalan, pelayanan haji juga sudah masuk di PTSP. Sehingga pelayanan PTSP bisa mencakup semua.

 “Studi Banding ini juga sebagai bagian kewajiban kita sekalian sebagai aparatur Kemenag yang berada di bawah pusat. Karena pusatnya sudah seperti itu, maka yang dibawahnya juga harus segera menyesuaikan. Ketika Pak Menteri mendeklarasikan PTSP, maka yang berada di daerah harus segera menyesuaikan,” ucapnya.

Selepas acara penyambutan, Kasubbag TU Kemenag kota Jogjakarta memaparkan penerapan PTSP yang dilanjutkan dengan melihat langsung sarana PTSP beserta sistemnya di bagian depan kantor. Disampaikannya bahwa ada 64 pelayanan Kemenag yang masuk ke sistem PTSP. Pelayanan tersebut berasal dari seluruh bagian dan seksi di Kemenag Kota Jogjakarta.(bd/gt)