Subadi : Bangun Institusi Kemenag Dengan “Supertim” bukan “Superman”

Wonogiri – Kesuksesan dan keberhasilan pelaksanaan penyelenggaraan birokrasi pemerintahan temasuk Kementerian Agama adalah dengan strategi pencapaian program melalui pendekatan koordinasi dan komunikasi yang baik dan berkualitas.

Komunikasi dan Koordinasi antar ASN Kemenag yang baik sangat bermanfaat dalam pengembangan intitusi agar tercipta kesalarasan dan kesarasian hubungan antar lembaga, sehingga kinerjapun akan semakin meningkat.

Komunikasi dan koordinasi yang baik akan menentukan sukses tidaknya penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dalam mewujudkan keselarasan kehidupan beragama, komunikasi dan koordinasi menjadi sangat vital karena melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, segenap permasalahan yang timbul dapat dicarikan solusi terbaik.

Hal tersebut di tegaskan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Subadi dalam acara pembinaan ASN lingkungan Kemenag Wonogiri, Senin (05/03) di Halaman Kankemenag Wonogiri, kegiatan di ikuti dari unsur ASN Kankemenag Wonogiri, Kepala KUA, Kepala Madrasah Negeri, Penyuluh Agama Islam Fungsional, dan Pengawas Pendidikan Agama dan Madrasah.

Kementerian Agama adalah Rumah Besar menurut H. Subadi, sehingga kinerja setiap ASN  mesti di maksimalkan kemampuan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. Beliau mengingatkan kepada segenap jajarannya untuk melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik dan penuh tanggungjawab dan harus mendukung dan mewujudkan reformasi birokrasi.

Kesuksesan dan keberhasilan sebuah intitusi karena ada tim bukan individu saling mementingkan diri sendiri, saling menyalahkan satu sama lain. Itu artinya ASN Kemenag Harus mementingkan “Supertim” bukan “Superman” dengan tetap melaksanakan Tusi dan tanggung jawabnya masing-masing.

“Seluruh pejabat dan ASN maupun staf agar lebih meningkatkan kinerja dan memahami tugas dan fungsinya masing-masing, termasuk para pejabat untuk melakukan pembinaan kepada para stafnya,” ujarnya.

Mengakhiri amanahnya, ia berpesan juga bagi seluruh kelurga besar Kemenag Wonogiri untuk menjaga kekompakan, menjaga kebersamaan dan jaga keharmonisan, jangan ada yang berjalan sendiri-sendiri yang penting adalah komunikasi dan koordinasi.

Ingatkan Sikap Netralitas ASN

Tahun 2018 menurut Ka. Kankemenag H. Subadi merupakan tahun politik, hal ini ditandai dengan adanya Pilkada Serentak di 171 daerah seluruh Indonesia termasuk Pilgub Jawa Tengah. Moment ini bagi ASN haruslah diwaspadai pasalnya ASN harus benar benar menjaga netralitasnya, jangan sampai terlibat poltik praktis.

Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag harus mengedepankan sikap netralitas disaat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di tahun 2018. Peran ASN sebagai alat pemersatu, pelayanan dan bukan sebaliknya sebagai alat politik.

Urusan Pilkada ini merupakan permasalah yang signifikan sensitif unsur politik. Sementara itu, sikap netral setiap pegawai / ASN ini telah di atur melalui Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang ASN menerangkan bahwa lembaga non struktural yang mandiri harus bebas dari intervensi Politik.

Beliau meminta, ASN di lingkungan Kankemenag Wonogiri bisa menjaga netralitas dalam pilgub tahun ini, sehingga nantinya bisa tercipta kedamaian sesama umat beragama di Wonogiri. "Agama tidak boleh digunakan sebagai alat untuk oleh sebagian kalangan tertentu yang ingin untuk kepentingan praktisnya saja," katanya. (Mursyid_heri/Wul)