Subadi : Ramadan Momentum Peningkatan Kualitas Pemahaman dan Pengamalan Agama

Wonogiri – Pemerintah kabupaten dan Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri menggelar salat tarawih keliling (tarling) putaran pertama bulan Ramadan 1439 H/2018 M yang di ikuti umat muslim di Wonogiri dan bertempat di Pendapa Rumas Dinas Bupati Wonogiri, Rabu malam (16/5), .

Hadir mengikuti tarling, Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Wakil Bupati Edy Santosa, Dandim 0728 Letkol (Inf) M Heri Amrulloh bersama jajaran Forkompinda, Sekda Suharno, Ketua DPRD Setyo Sukarno, Kepala Kantor Kemenag Subadi, beserta para pemuka agam Islam dan umat muslim. Bertindak sebagai imam shalat tarawih, Pengurus MUI sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Amanah, KH Syaifudin Arifin Al Hafidz dan penceramah Ka. Kankemenag Wonogiri, Subadi.

Menurut Kasi Bimas Islam Kankemenag Wonogiri, Hidayat Masykur  tarling perdana di Pendapa Kabupaten Wonogiri akan dilanjutkan dengan serangkaian safari tarling ke 13 dusun miskin di 13 kecamatan terpilih di Kabupaten Wonogiri. ‘’Ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke 277 Kabupaten Wonogiri Tahun 2018, sedang dinas instasi di laksanakan selama 12 putaran,’’ jelasnya Hidayat.

Sedangkan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Wonogiri, Subadi, dalam ceramahnya menyebutkan, pada bulan Ramadan, Allah SWT memberikan berkah rahmah (dicintai Allah) pada 10 hari puasa awal, kemudian berkah ampunan atau maghfiroh pada 10 hari kedua, serta berkah minannar dihindarkan dari api neraka pada 10 hari terakhir.

“Bulan suci Ramadan  merupakan bulan yang penuh berkah, bulan suci yang penuh dengan limpahan rahmat, ampunan, dan karunia Allah SWT ini merupakan ladang amal shalih yang mampu mengantarkan umat muslim  kepada derajat ketakwaan,” jelas Subadi

Momentum ramadan, menurut Ka. Kankemenag  harus bisa meningkatan kualitas pemahaman dan pengamalan keagamaan, mengajarkan nilai-nilai kebaikan, maka meningkatnya kualitas pemahaman keagamaan sehingga masyarakat diharapkan dapat terwujud dalam perilaku sosial umat beragama. Terutama meningkatkan kualitas pemahaman keagamaan juga diharapkan dapat melahirkan wawasan keagamaan yang seimbang, moderat dan inklusif serta sikap toleran di kalangan umat beragama, yang pada gilirannya dapat menciptakan kehidupan sosial yang harmonis, rukun dan damai.

Menyinggung masalah kerukunan umat beragama, Ka. kankemenag menyampaikan bahwa masalah Kerukunan umat beragama harus terus kita perhatikan secara seksama, karena agama memainkan peranan yang penting dalam segala aspek kehidupan ini. Sisi lain, realitas kehidupan kita sangat beragam. Dan jika tidak melihatnya secara arif dan bijaksana, konflik sering tidak dapat kita hindari sebagai akibat dari perbedaan yang ada.

Misi Kementerian Agama tidak hanya meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan dan pendidikan keagamaan tetapi juga meningkatkan kualitas kerukunan antar umat beragama. Kita semua mengetahui, bahwa Indonesia adalah sebuah bangsa yang sangat besar, sehingga keberagaman yang ada di dalamnya sangat besar dan keberagaman itu hadir di semua sektor kehidupan termasuk dalam agama.

“Sehingga eksistensi dari tokoh agama khususnya umat muslim dan Ormas keagamaan sangat vital dan  strategis  yaitu sebagai penjaga aktif garis kerukunan antarumat beragama di Indonesia, bentengi anak muda dari paham yang salah dan radikal serta ciptakan iklim kondusif di kota gaplek, Sehingga  gesekan bahkan konflik antar umat beragama akan bisa dicegah, diminimalisir, bahkan dihilangkan ketika masing-masing umat beragama bisa memahami dengan sepenuhnya esensi dari agamanya masing-masing,” jelas Subadi. (mursyid_heri/Wul)