Subadi : Tangkal Radikalisme Melalui Kegiatan Rohis

Wonogiri – Keberadaan Rohis (Rohani Islam) merupakan komponen organisasi siswa intra sekolah atau OSIS dan berperan dalam membangun suasana budaya agamis. Rohis juga telah berperan dalam menyiarkan kegiatan keagamaan di berbagai sekolah. Kegiatan yang digelar Rohis di antaranya berupa tahfizdul quran, kajian, khutbah jumat dan kegiatan lain.

Kementerian Agama secara konsisten terus-menerus berupaya menekan dan menangkal berkembangnya pemikiran yang mengarah kepada paham radikal atau intoleran. Salah satunya dengan menggencarkan upaya internalisasi nilai-nilai Islam rahmatan lil a’alamin melalui  kegiatan Rohis (ROhani Islam) di Sekolah.

Selain itu sebagai upaya untuk mencegah berkembangnya faham radikalisme di kalangan generasi muda utamanya pelajar SMA/SMK, perlu adanya pemahaman wawasan kebangsaan. Mengingat dewasa ini, banyaknya aliran yang notabene metamorfosa faham radikal, embrionya sudah mulai nampak di daerah.

Hal tersebut di sampaikan Kepala Kankemenag Wonogiri H. Subadi dalam acara Regenarasi dan Pembinaan  pengurus kerohanian dan keislaman (Rohis) Tingkat Kabupaten Wonogiri, Jum’at (16/06) di Aula Kankemenag Wonogiri yang di ikuti penguurus dan anggota Rohis Kabupaten Wonogiri.

“Melalui kegiatan Kerohisan di harapkan dapat menggali potensi dan meningkatkan pengetahuan wawasan Islam rahmatan lil’alamin pada siswa SMA dan SMK di Kota Gaplek yang merupakan pengurus kerohanian dan keislaman (Rohis) di sekolah masing-masing,” harap Subadi.

Kepada peserta didik SMA dan SMK untuk bisa membentengi moral dari arus globalisasi serta diharapkan dapat meningkatkan keimanan, ketaqwaan, berakhlaq mulia, serta mempererat ukhuwah Islamiyah, membina persaudaraan, toleransi beragama dan kesatuan bangsa.

Diharapkan selesai pembinaan bisa menerapkan ilmunya dimanapun berada, baik kepada teman, keluarganya dan kepada masyarakat .Tugas utama pelajar adalah belajar, jangan sampai terimbas dengan hal-hal yang tidak baik. Dan diharapkan dapat memberikan gambaran Islam yang sesungguhnya kepada siswa sekolah. Dengan begitu, diharapkan siswa tidak mudah terjerumus kepada aliran-aliran radikal yang sejatinya bukan Islam yang

“Jadilah generasi muda yang rajin belajar, tekun beribadah sebagai benteng pengendali dari perbuatan yang tidak baik, mengingat Wonogiri saat ini menduduki peringkat 10 besar tentang kekerasan anak dan asusila di Jawa Tengah,” pesan Ka. Kankemenag. (Mursyid_Heri/Wul)