Sudah Saatnya Meninggalkan Perseteruan Karena Khilafiyah

Sragen – Menyikapi kondisi Bangsa Indonesia yang akhir akhir ini ditimpa permasalahan kebangsaan dan keharmonisan, dan agar kondusifitas masyarakkat selalu terjaga, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sragen pada Hari Rabu (22/02) mengadakan “Silaturahim dan Sarasehan Ormas Islam Kabupaten Sragen Dalam Rangka Membangun Ukhuwah Islamiyah” bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen.

Acara tersebut mengundang ormas-ormas Islam yang ada di Kabupaten Sragen antara lain, Muhammadiyah, NU, MTA, LDII, MMI, FPI, DDII dan beberapa ormas lainnya sejumlah 12 ormas dengan masing masing ormas masing masing mengirimkan utusan sebanyak 2 orang. Silaturahim dan sarasehan tersebut juga dihadiri dari Polres Sragen, Kodim Sragen, Pemkab Sragen dan Kankemenag Sragen.

Pada acara sambutan, KH. Qowam Karim, BA yang mewakili pengurus MUI mengatakan, “Menghadapi situasi bangsa saat ini yang kadang retak silaturahimnya maka harus mengaktifkan sholat jamaah di masjid, dengan jamaah di masjid maka akan muncul rasa persatuan sesama muslim “.

Sementara itu Drs. H. Budiyanto, MM yang mewakili Pemerintah Kabupaten Sragen menyoroti pentingnya kedekatan hubungan ulama dan umara agar tidak terjadi pecah belah di antara umat/warga Sragen.

“Pemerintah Kabupaten Sragen saat ini juga berupaya meningkatkan keimanan warga khususnya ASN di Pemkab Sragen dengan adanya pengajian rutin bulanan bagi ASN Pemkab Sragen dan juga adanya pengajian akbar yang diadakan 3 kali dalam setahun. Semua itu dilakukan dalam rangka meningkatkan iman warga Sragen khususnya para aparat pemerintah”, ungkapnya.

Selanjutnya dalam paparan materi pertama yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Ahmad Nasirin,  menyampaikan bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang multikultural, berbeda beda adat istiadat, budaya, agama dan keragaman perbedaan yang lain, namun janganlah membuat persatuan yang ada itu runtuh.

“Agama Islam itu adalah agama yang rahmatan lilalamin, menjadi rahmat bagi semua makhluk, tidak hanya rahmat bagi umat Islam saja”, jelas Ahmad Nasirin

Pada materi yang kedua, KH. Minanul Azis yang juga ketua MUI Sragen menyampaikan bahwa perbedaan perbedaan pendapat diantara umat Islam itu tidak hanya pada saat ini, namun sudah terjadi pada masa mujtahidin terdahulu, bahkan pada masa nabi, sehingga tidak ada alasan berpecah belah hanya karena khilafiyah. Beliau mencontohkan dirinya yang juga mengelola pondok pesantren An Najah di Gondang sudah mengajarkan untuk mulai meninggalkan perseteruan khilafiyah kepada para santrinya.

Pada akhir acara diadakan dialog, semua peserta diminta untuk menyampaikan permasalahan dan harapan dalam rangka kebaikan di Sragen, selanjutnya acara ditutup dengan foto bersama para ulama dan umara Kabupaten Sragen.(irawan/Wul).