Sudiono : Alirkan Ghirah, Hidupkan Madrasah !

Purbalingga – Sejumlah 27 guru kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKG MI) Kecamatan Bojongsari, Kecamatan Kutasari, Kecamatan Padamara dan Kecamatan Kalimanah selama 3 hari  pada Kamis, Jumat dan Senin (22,23,26/03) mengikuti kegiatan Bedah Kisi-kisi USBN SD/ MI Tahun Pelajaran 2017/2018 di Lantai II Operation Room  Mi Pasar Baru Jalan M.T. Haryono Purbalingga.

Ketua penyelenggara kegiatan, Prasetiyo Budi Santoso menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan secara mandiri ini menghadirkan 4 orang narasumber.

“Pada hari pertama kami menghadirkan narasumber anggota tim penyusun soal USBN Provinsi Jawa Tengah, Farid Syarifudin dari dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. Untuk hari kedua, kami menghadirkan Kasi Pendidikan Madrasah, Sudiono dengan materi Sukses Ujian Madrasah di Lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga," jelas Farid.

“Untuk Mapel Matematika yang menjadi narasumber adalah guru SDN 2 Galor, Sahid Suheri dan Mapel Bahasa Indonesia pada hari ketiga dengan pemateri Yuliarti, S.Pd.M.Pd,” tambahnya.

Dalam paparannya Kasi Pendidikan Madrasah, Sudiono menyampaikan, ada 5 kunci sukses Ujian Madrasah. Pertama adalah kekuatan do'a. Doa guru kepada siswanya adalah doa yang mustajabah. Berharaplah cahaya dan ilmu Allah masuk ke dalam sanubari setiap siswa dengan penuh keikhlasan. Karena cahaya dan ilmu Allah akan masuk di saat hati kita bersih. Kedua,  pemetaan kemampuan siswa. Jangan paksakan siswa untuk menjawab soal yang tidak mereka kuasai, namun berikan kebebasan kepada siswa untuk memilih soal yang mereka kuasai sehingga mampu menyelesaikannya. Lebih baik mengerjakan soal sedikit tapi benar daripada banyak tetapi salah.

Ketiga, melakukan latihan soal berulang-ulang hingga siswa memahami dan mampu menaklukan soal dengan jawaban yang benar. Yang keempat, Menganalisa soal dan hasil penyelesaiannya. Soal-soal yang tidak terselesaikan oleh siswa, dikerjakan bersama-sama. Yang kelima adalah tercapainya target rata-rata kelas. Di sini dibutuhkan kerjasama yang baik dengan madrasah dan guru yang lain.

Pada kesempatan ini, Sudiono juga memotivasi guru MI agar bangga menjadi guru madrasah. "Madrasah harus tertanam dalam sanubari sebagai sarana mendidik generasi Islami. Harus ada semangat, alirkan ghirah dalam setiap aliran darah dan denyut nadi kita untuk menghidupkan madrasah. Nafas kita adalah madrasah, gerak kita adalah madrasah, hati kita adalah madrasah," tandas Sudiono lugas.

Ia pun mengajak seluruh guru yang hadir untuk selalu mengkampanyekan slogan madrasah. Madrasah Hebat! Madrasah Bermartabat ! Madrasah Hebat Bermartabat ! (sar/gt )