Suhersi Ingatkan Pengelola Anggaran

Sukoharjo – Menurut Menteri Agama jika di ibaratkan sebuah Kapal, maka Kementerian Agama (Kemenag) adalah sebuah kapal yang sangat besar karena peran dan tugas yang diembannya baik dalam pengelolaan pendidikan, pelayanan masyarakat termasuk didalamnya haji, urusan agama Islam, termasuk zakat dan wakaf yang dipandang memiliki potensi perekonomian umat, dan kesemuanya itu belumlah dapat diselenggarkan dengan tuntas namun demikian jika dicermati dari sejarah awal berdirinya Kemenag hingga sekarang, dari tahun ke tahun selalu ada peningkatan perbaikan. Demikian yang disampaikan oleh Kabbag TU Suhersi ketika memberikan pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kankemenag Sukoharjo, Rabu (04/10) di Ruang Aula Kankemenag.

Namun demikian bukan berarti dengan banyaknya tugas yang diemban menjadikan ASN di lingkungan Kemenag tidak dapat melaksanakannya dengan baik, terbukti tahun 2016 yang lalu Kemenag mendapatkan apresiasi terbaik kedua dalam hal capaian kinerja.

“Tahun kemarin 2016 kita dapat penilaian evaluasi terbaik kedua terkait capaian kinerja  yang dipaparkan Pak Menteri dihadapan Presiden,“ kata Suhersi. “Meskipun tugas yang diemban kemenag banyak dan besar namun kesemuanya itu adalah tugas yang mulia,” imbuhnya.

Kedatangan Kabbag TU ke Sukoharjo utamanya adalah untuk memonitor keberadaan Warga Negara Asing yang ada di Yayasan Sahasra Adipura Sukoharjo terkait dengan kitas atau pemindahan hukum.

“Selama ini Biro Hukum Kemenag ada yang namanya tugas kerjasama luar negeri kaitannya dengan tenaga asing yang tugas di Indonesia dan ada hubungannya dengan tugas-tugas keagamaan, kita memberikan rekomendasi untuk tinggal sehingga kita harus tahu dimana, siapa dan seperti apa,” terang Suhersi.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Suhersi didampingi oleh Kepala KUA setempat dan berhasil mencapai titik temu yang dapat diambil manfaat dari pihak yang melakukan pertemuan tersebut. Namun demikian Suhersi juga menegaskan, kedatangannya ke Kankemenag Kabupaten Sukoharjo tersebut adalah masih termasuk didalam bagian tusi (Tugas dan Fungsi)nya sebagai Kabag TU untuk melakukan monitoring dan penataan pegawai di 35 Kabupaten/Kota, termasuk Kankemenag Kabupaten Sukoharjo, yang menjadi mitranya dalam melaksanakan tugas-tugas ketatausahaan di Kanwil. “Saya merasa ini juga bagian dari tanggung jawab saya selaku Kepala Bagian Tata Usaha yang tentunya memiliki tanggung jawab administrasi, keuangan, kepegawaian, umum ditingkat Provinsi,” tandas Suhersi.

Dalam kesempatan tersebut Suhersi juga mengingatkan kepada seluruh pengelola keuangan/ anggaran dan pelaksana teknis kaitannya dengan pekerjaan, harus sudah mengevaluasi tugas-tugas dan kegiatan yang menjadi tanggungjawabnya selama tahun anggaran yang sudah berjalan.

”Dari tahun-ketahun kekurangan itu selalu ada mengecek dan me-review seluruhnya, paling tidak pertanyaan kasarnya dapat dibuat dalam bentuk matrik kaitannya dengan jenis kegiatan apa, programnya apa, jenis permasalahannya apa dan solusinya bagaimana, kalau bisa terinformasi seluruhnya kepada Kepala kankemenag maka dapat dibahas untuk solusinya,” terang Suhersi.

Selain dihadiri oleh ASN dilingkungan Kankemenag, hadir pula dalam Pembinaan tersebut Kepala Madrasah, Kepala KUA, kelompok Kerja Pengawas  dan juga Kelompok Kerja Penghulu.(Djp/Wul)