Sukarno : Petugas Haji Bukan Monopoli Orang Tertentu Saja

Tegal (Slawi) – Berdasarkan hasil seleksi administrasi peserta calon petugas yang menyertai jemaah haji (petugas kloter) dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1440 H / 2019 M Tingkat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal, peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan berhak untuk mengikuti  test tahap berikutnya berjumlah 17 (tujuh belas) orang.  Mereka terdiri dari 4 orang Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), 12 orang Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) dan 1 orang Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Hasil seleksi ini disampaikan secara resmi melalui pengumuman Nomor : 0672/Kk.11.28/5/HJ.02/02/2019, tanggal 22 Februari 2019.

Dalam sambutan membuka tes seleksi yang dilaksanakan pada Senin (25/02), di Aula Al Ikhlas, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Tegal, Sukarno, menyatakan apresiasinya kepada  Seksi Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal yang telah mempersiapkan seleksi ini sesuai dengan juklak dan juknis yang telah ditetapkan.

“Saya melihat bahwa tahapan-tahapan dalam proses rekruitmen calon petugas kloter di tingkat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal telah dilalui dengan baik dan lancar.  Mulai dari pendaftaran tanggal 14 – 20 Februari, pengumuman peserta yang memenuhi syarat administrasi untuk mengikuti tes  dan pelaksanaan tes komptensi tahap satu  hari ini, semua berlangsung sesuai jadwal dan terlaksana dengan baik. Semoga tahap-tahap berikutnya juga dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sehingga pada saatnya nanti kita mempunyai petugas-petugas haji yang handal yang dapat mengharumkan nama Kementerian Agama”, harapan Sukarno.

Sukarno juga menekankan kembali apa yang pernah disampaikan oleh Kakanwil mengenai petugas haji. Diharapkan petugas haji tidak didominasi oleh orang-orang yang sama dari tahun ke tahun. Lebih baik ada regenerasi dan memberi kesempatan pada orang  lain asalkan memenuhi persayaratan yang ditentukan.

“Semua pegawai di Kementerian Agama mempunyai hak yang sama untuk menjadi petugas haji, asalkan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Bukan monopoli orang tertentu saja. Karena itu, proses rekruitmennya sangat transparan. Silahkan berkompetensi secara jujur agar kita bisa mempunyai petugas yang handal dan profesional”, permintaan Sukarno.

Kepala Subbag Tata usaha, Kasori, yang ditunjuk sebagai Ketua Panitia Seleksi menyatakan bahwa soal  yang diterima oleh panitia juga masih tersegel dan baru diterima tanggal 25 Februari pagi, 1 jam sebelum tes seleksi. Panitia berkomitmen untuk menjaga kerahasiaan soal tes agar peserta bisa berkompetisi secara sehat dan jujur.

“Soal tes baru kita terima tadi pagi dari Pekalongan. Karena itu sebelum tes dimulai, ada acara serah terima soal untuk memperlihatkan kepada peserta bahwa soal masih tersegel dan kerahasiaannya terjamin,” jelas Kasori di hadapan para peserta tes. (AS/Wul)