Sukses Itu Berbakti dan Berprestasi

Tegal (Slawi) – Untuk menyiapkan mental para siswa agar tidak nervous dan serius menjalani Ujian Akhir Madrasah dan  Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang tinggal beberapa hari lagi, MIN 3 Tegal mendatangkan motivator pendidikan terkenal, Teddy Kartino,  pada acara istighotsah dan doa bersama di Aula MIN 3 Tegal pada Sabtu pagi (30/3)

Acara yang digagas oleh wali kelas VI itu sengaja diadakan agar siswa mendapat motivasi dan semangat baru setelah hampir setahun lamanya mengikuti les privat dari guru kelasnya yang mungkin terasa memberatkan. Dengan demikian diharapkan siswa mempunyai energi dan semangat baru dalam menghadapi ujian nanti, setelah mengikuti beberapa kali try out yang mungkin membosankan bagi mereka.

“Saya perlu mengupdate mental mereka agar lebih siap mengikuti ujian karena sudah beberapa kali mengikuti try out mungkin merasa bosan, karena itu saya panggil orang lain agar terasa ada yang berbeda,” ujar salah seorang guru yang tidak mau disebutkan namanya.

Teddy Kartino, pria yang terkenal sebagai motivator dan pendongeng itu ternyata berhasil menghipnotis dan membakar semangat siswa kelas VI selama kurang lebih dua jam lamanya. Dengan piawai ia berhasil membawa siswa ke dalam alam bawah sadar tentang masa depan mereka.

“Orang sukses ada dua hal yaitu berbakti dan berprestasi. Hidup itu harus fokus, seorang siswa fokusnya adalah belajar. Orang yang fokus akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Milikilah cita-cita dan berbahagialah dengan cita-cita kamu,” kata Teddy.

“Rahasia sukses berbakti dan berprestasi adalah salam bahagia, yaitu positif pikiran, perasaan,  perkataan, dan perbuatan, “ ujarnya diselingi dengan atraksi menirukan beberapa suara hewan sehingga siswa tertawa.

Walaupun berlangsung hampir dua jam lebih tetapi nampaknya siswa tidak bosan mengikuti acara sampai selesai. Karena selain mendongeng, Teddy juga bisa menghipnotis siswa sehingga alam bawah sadar mereka tersentuh dengan apa yang disampaikan oleh motivator, bahkan banyak diantara mereka yang menangis tersedu-sedu karena mengingat kesalahan yang mereka lakukan sebelumnya.(gus27/Wul)