Sukses Tidak Bisa Instan, Perlu Waktu dan Ketekunan

Purbalingga – Sebanyak 10 regu Pramuka Penggalang Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Mrebet Purbalingga  yang terdiri dari 5 regu putra dan 5 regu putri mengikuti Lomba Tingkat II (LT II) yang diselenggarakan oleh Kwartir Ranting Gerakan Pramuka 03.07 Mrebet selama tiga hari.

Lomba yang digelar 12-14 Agustus 2017 di Lapangan Desa Onje Mrebet ini diikuti oleh 106 regu Pramuka Penggalang SD/MI dan SMP/MTs. Salah seorang Panitia Pelaksana Kegiatan LT II, Esti menjelaskan bahwa peserta kegiatan ini terdiri dari Pramuka Pelajar SD/MI sejumlah 92 regu dari 46 pangkalan sedangkan jenjang SMP/MTs diikuti oleh 14 regu dari 7 pangkalan yang ada.

“Peserta LT II ini untuk jenjang SD/MI terdiri dari 46 Regu Putra dan 46 Regu Putri . SD ada 41 pangkalan, dan MI ada 5 pangkalan. SD 82 regu dan MI 10 regu. SMP ada 5 dan MTs ada 2, maka SMP 10 regu dan MTs 4 regu. Jadi total 106 Regu Penggalang,” jelas Esti.

Ketua Kwartir Ranting 03.07 Mrebet, Taryono menjelaskan bahwa kegiatan ini mengalami sedikit kendala yaitu masalah air dan sampah.

“Kegiatan ini alhamdulillah berjalan lancar, hanya kendala sedikit yaitu masalah air tetapi bisa diatasi. Yang lebih besar masalah sampah, meski setiap hari ada Tim Kebersihan untuk membantu mengatasinya,” jelas Taryono.

Usai upacara penutupan dilaksanakan pengumuman kejuaraan sekaligus penyerahan Piala dan Sertifikat Penghargaan kepada para peserta yang meraih predikat tergiat pada semua jenjang dan kategori.

Kepala MI Ma’arif NU Sindang, Suyono menyampaikan kegembiraan dan rahasia suksesnya meraih kejuaraan dalam LT II ini.

“Alhamdulillah MI kami menyabet dua kejuaraan sekaligus. Regu Putri menjadi Juara Tergiat II dengan nilai 1702, sedangkan Regu Putra kami meraih Juara Tergiat III dengan nilai 1697,” kata Suyono.

Ditanya mengenai rahasia suksesnya bisa mengungguli lebih dari 40 regu pesaingnya, Suyono menjelaskan bahwa sebulan sebelum proses latihan sudah dilakukan seleksi dari siswa kelas 4, 5, dan 6. Proses latihan dilakukan intensif selama 3 bulan. Setiap Ahad pagi anak-anak dilatih oleh Pramuka Penegak dari Dewan Kerja Ranting (DKR).

Selanjutnya latihan rutin setiap Senin sampai Sabtu didampingi bapak dan ibu guru seusai pembelajaran. Tidak heran kejuaraan untuk putra dan putri bisa direbut sekaligus, meski dengan biaya besar.

“Dengan dibantu wali siswa semua permasalahan biaya bisa teratasi. Memang sukses tidak bisa diraih secara instan, perlu waktu dan ketekunan,” ungkapnya mantap. (sar/gt)