Suluk Rampak Madsada Dikukuhkan

MTsN 2 Rembang – Bersamaan dengan Upacara peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021 Kepala MTs Negeri 2 Rembang, Muhammad Yunus Anis secara resmi mengukuhkan group kesenian “Suluk Rampak Madsada”.

Di bawah asuhan Toharudin, Suluk Rampak Madsada kali pertama tampil memberikan hiburan selepas upacara peringatan Hari Santri Nasional. Grup musik yang terdiri dari Guru MTs Negeri 2 Rembang berhasil membawakan lagu pembuka untuk menghidupkan semangat siswa.

Eko Munjayanah sebagai vokalis dengan melantunkan lagu-lagu religi dengan penuh penghayatan benar-benar menghipnotis siswa hingga terhanyut ikut melantunkan lagi tersebut.

Secara simbolis pengukuhan “Suluk Rampak Madsada” ditandai dengan pengalungan sarung dari Kepala Madrasah kepada Toharudin selaku Ketua grup kesenian. Pengalungan sarung tersebut sebagai simbol nuansa islami yang akan mewarnai perkembangan kesenian tersebut di MTs Negeri 2 Rembang yang kebetulan bersamaan dengan Hari Santri Nasional (22/10).

Menurut Toharudin Suluk Rampak ini menggunakan alat musik drum set, bas, demung, saron, balera, orgen, terbang, dumbeg dan tamborin yang semuanya dimainkan oleh ibu-ibu kecuali untuk orgen dan bas. “Alhamdulillah dalam waktu kurang dari satu bulan, dengan latihan rutin setelah usai pelajaran, ibu-ibu dengan cepat mampu menguasai not-not instrumen untuk mengiringi lagu, termasuk drummer yang dipegang oleh Haryanti,” ujarnya.

Lebih lanjut Toharudin menyampaikan gagasannya setelah KBM berjalan normal kesenian ini akan dikembangkan untuk melatih siswa. Yunus Anis, smemberikan apresiasi positif atas kreativitas guru-guru MTs Negeri 2 Rembang dalam mengembangkan kesenian.

Yunus Anis berharap Suluk Rampak Madsada bisa menjadi kegiatan ekstrakurikuler dan menjadi daya tarik tersendiri saat penerimaan siswa baru. “Silahkan kalau ada yang akan menanggap untuk mengisi kegiatan-kegiatan keagamaan bisa berhubungan langsung dengan Bapak Toharudin,” ujar Yunus Anis.

Pihaknya juga siap apabila sewaktu-waktu diminta untuk mengisi acara di jajaran Kementerian Agama atau pentas-pentas seni lainnya. (Wient)