Supervisi Online

Supervisi Daring Kesiapan Peserta Kompetisi Sains Madrasah Pada Dua Daerah Binaan

Banjarnegara – Meski di masa pandemi covid-19, Pengawas dituntut melaksanakan tugasnya dalam mendampingi/memantau madrasah agar kegiatan pembelajaran tetap terlaksana dan lancar. Dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti WhatsApp, berbagai aplikasi pada Google, dan Zoom diharapkan kooordinasi pengawas dengan kepala madrasah akan lancar.

Kegiatan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) merupakan program Nasional yang diselenggarakan sejak 9 tahun lalu oleh Kementerian Agama. Peserta KSM adalah murid madrasah (MI/MTs/MA) dan sekolah (SD/SMP/SMA sederajat). Mengingat situasi masih pandemi maka kegiatan tahun ini akan dilaksanakan secara daring 21 – 23 Agustus 2021.

Sejalan dengan motto KSKK Madrasah ‘’Madrasah Hebat Bermartabat’’ maka target even KSM yaitu terciptanya lulusan madrasah yang mahir dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bekal kehidupannya.

Senin, (19/7) Anwar Masruro, pengawas Kecamatan Pagedongan dan Kalibening melaksanakan supervisi daring guna mengetahui tingkat partisipasi madrasah di dua kecamatan tersebut. Kesuksesan KSM diawali dari pendaftaran peserta, simulasi, pelaksanaan kompetisi, dan prestasi. Kompetisi dilaksanakan online dan seleksi hanya dilaksanakan satu tahap langsung ke tingkat nasional.

‘’Ajang KSM dilaksanakan sejak 2012 dan hasilnya sangat bermanfaat bagi anak-anak kita, mereka mampu bersaing dengan siswa dari sekolah pada event daerah maupun Nasional. Untuk mengetahui keaktifan madrasah pada event KSM maka saya minta semua kepala MI di dua daerah binaan menginformasikan melalui grup WhatsApp,” ujar Anwar.

Pagedongan dan Kalibening merupakan dua kecamatan di Banjarnegara, dua kecamatan tersebut pembinaan MI diampu oleh seorang pengawas. Pemantauan kepesertaan KSM dilaksanakan daring, Pagedongan telah mendaftar sebanyak 13 madrasah (76%) sedangkan Kalibening 5 madrasah (71%) telah berhasil terdaftar sebagai peserta kompetisi.

Proses pendaftaran pada link ksm.kemenag.go.id butuh ketelatenan dikarenakan jumlah peserta mencapai puluhan ribu. Sebagai perbandingan tahun 2020 jumlah peserta mencapai 66.778 murid. “Saya ucapkan selamat kepada Bapak/Ibu kepala yang berhasil mendaftar KSM dan bagi yang masih terkendala silakan koordinasi dengan rekan kepala lain,” pungkas Anwar melalui grup WhatsApp. (am/ak/rf)