Suprihatin Teacher Supercamp 2017

Banjarnegara – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2017 kembali mengadakan “Anti-Corruption Teacher Supercamp”, dengan tujuan meningkatkan daya dukung terhadap implementasi pendidikan antikorupsi dengan melakukan pemberdayaan kreativitas guru. Selaku tenaga pendidik diharapkan dapat menciptakan dan mengembangkan berbagai model implementasi pendidikan antikorupsi di sekolah dengan sasaran guru madrasah tingkat RA, MI, MTs, dan MA.

Program ini merupakan kerjasama KPK dan Kementerian Agama dengan melibatkan para guru madrasah dan pondok pesantren dari seluruh Indonesia yang memiliki minat, bakat, atau pengalaman dalam membuat inovasi pembelajaran antikorupsi  serta memiliki semangat dan komitmen antikorupsi, sebagaimana di kutip dalam laman situs https://acch.kpk.go.id/id/teachersupercamp.

Dengan dukungan teman-teman serta Kankemenag Banjarnegara khususnya Kasi Madrasah, H. Karsono, Suprihatin memberanikan diri ikut menjadi salah satu peserta kegiatan yang hanya diambil 100 peserta dari seluruh wilayah di nusantara tersebut.

Suprihatin mengirimkan karya inovasi pembelajaran yakni MEPATER (Media Papan Karakter) untuk anak usia dini, dan melalui syarat dan seleksi dengan ketat akhirnya dinyatakan lolos. MEPATER (Media Papan Karakter) berhasil menjadi 100 karya terbaik dan mendapat undangan untuk mengikuti kegiatan Teacher Supercamp 2017 di Bogor Jawa Barat pada tanggal 13 sampai dengan 18 November 2017.

Melalui wawancara dengan Surpihatin sebagai Guru RA Al Fatah 2 Danakerta,  mengungkapkan rasa syukur atas ambil pada kegiatan tersebut. Banyak pengalaman yang didapatkan “Salah satunya pemahamam bahwa KPK tidak hanya membrantas atau menangkap para koruptor tapi juga menerapkan cara pencegahan melalui dunia pendidikan, salah satunya Teacher Supercamp”, ucapnya.

Pada kesempatan yang luar biasa tersebut, suprihatin juga menimba ilmu dari nara sumber yang profesional dibidangnya, seperti antara lain : Bapak Bambang Widjojanto (Pegiat Antikorupsi), Ibu Najeela Shihab (Pegiat Pendidikan), Bapak Ganjar Laksmana Bonaprapta (Pakar Hukum), Bapak Iman Sholeh (Budayawan), Bapak Eko Nugroho (Game Designer), dan lain-lain.

Enam hari kegiatan yang berkesan lainnya, ketika membuat BoardGame/permainan baru yang memuat 9 (sembilan) nilai antikorupsi dan pendalaman materi antikorupsi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran pada anak usia dini (PAUD). Tidak ketinggalan bimbingan bagaimana memanfaatkan lingkungan sekitar, menanamkan rasa percaya diri, memotivasi berkarya yang berguna untuk pendidikan,” diceritakan.

Salah satu karya yang dibuat Suprihatin adalah membuat BoardGame baru “KARTU RETAK” yang memuat nilai antikorupsi, yang didalamnya ada 6 aspek pendidikan PAUD. BoardGame “KARTU RETAK”  ini mendapat kesempatan untuk dipraktekan di RA Al Islamiyyah Cibodas dan anak-anak terlihat senang memainkannya.

Di akhir wawancara, tidak lupa Suprihatin menitipkan harapan dengan kegiatan tersebut dapat meningkatkan semangat para guru madrasah untuk menjadi duta antikorupsi dan menjadikan putra putri bangsa menjadi generasi yang tidak KORUPSI. “Ayo berkarya untuk anak bangsa,” ucapnya dengan tegas. (Nangim/Af)