Surutnya Waduk Sempor Tak Menyurutkan Tekad FKPAI Dukung Program Revitalisasi KUA

Kebumen – Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam  (FKPAI) Kecamatan Sempor dan Kecamatan Pejagoan mengadakan rapat koordinasi bersama Kamis (02/09). Dilaksanakan di area Sempor Indah, rakor membahas tentang program kerja dan evaluasi penyuluhan serta layanan di KUA Kecamatan. Hadir kepala KUA Pejagoan Miftahudin, Kepala KUA Sempor H. Atam Ruba’i, Ketua Kelompok Kerja Penyuluh Solihin, dan Penyuluh Agama Islam (PAIF) Sempor H. Achmad Cholid Fikri beserta Penyuluh Non PNS masing – masing KUA Kecamatan.

Menurut keterangan H. A. Cholid Fikri, salah satu inisiator rakor bersama ini, dipilihnya warung rakyat di seputaran Waduk Sempor sebagai tempat pelaksanaan rakor adalah dalam rangka menjaga protokol kesehatan dan mengenalkan tempat wisata yang ada wilayah binaannya yang tidak kalah potensinya dengan tempat wisata lainya di Kebumen. “Rakor sekaligus memberikan penyuluhan kepada para pedagang diseputaran lokasi tentang pentingnya Protokol Kesehatan 5M + 1D,” ujar Cholid Fikri.

Mengawali kegiatan, para peserta membaca Surat Al Fatikhah, Asmaul husna dan doa.secara bersama – sama. Hal tersebut semakin membuat indah suasana di pinggiran waduk Sempor Indah yang memang sangat indah tatkala airnya surut ketika musim kemarau. Ditambah suasana sepi karena memang tidak ada pengunjung, semakin memperindah lantunan Asmaul husna para penyuluh.

Berbicara revitalisasi KUA, Kepala KUA Kecamatan Sempor H. Atam Ruba’i mengatakan, bahwa Program Revitalisasi KUA menururutnya adalah sebuah program yang dilakukan dalam rangka mengembalikan marwah atau kewibawaan KUA di tengah masyarakat. “Bagaimana KUA bisa memberikan layanan terbaik, memuaskan, dan membahagiakan kepada masyarakat,” katanya.

“Menjadikan keberadaan KUA menjadi vital (penting) sebagai suatu lembaga yang dihormati dan menjadi tumpuan berbagai masalah hukum keagamaan, sosial dan hal – hal lainnya terkait kehidupan beragama ditengah masyarakat.” lanjut Kepala KUA Sempor.

Karenanya, dia mengharapkan peran serta penyuluh didalam mengoptimalkan pelayanan dan menumbuhkembangkan citra positif KUA kepada masyarakat sehingga dapat mengembalikan kepercayaan public.

Hal senada juga disampaikan Kepala KUA Kecamatan Pejagoan Miftahudin, dia minta kepada penyuluh agama baik PNS maupun Non PNS untuk memaksimalkan kinerja Penyuluh dalam ikut serta mensukseskan program- program Kementerian Agama melalui peran aktifnya  baik melalui Media Sosial maupun media lainnya.

“Saya memahami bahwa tugas penyuluh adalah memberikan bimbingan dan penyuluhan ke masyarakat, dan paling mudah diterima masyarakat adalah dengan cara langsung turun ke lapangan. Akan tetapi sering perkembangan teknologi informasi, mau tidak mau penyuluh harus melakukan berbagai inovasi dan merubah strateginya. Terlebih di era digital seperti sekarang penggunaan teknologi digital menjadi sangat penting untuk menunjang kinerja kita, penyuluh jangan sampai gaptek,“ pungkasnya.(ss/fz).