Syaifuddin Zuhri : Jadikan Manasik Haji sebagai Pedoman

Semarang – Petugas Haji dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah pamitan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah untuk melaksanakan tugas melayani jemaah haji dalam Apel pagi Senin (01/08) di Halaman Kantor, diwakili oleh Suratno Syukron salah satu Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, dan didampingi seluruh petugas TPHI, TPIHI, PPIH AS maupun calon haji mandiri dari Kanwil tahun 1437 H/2016 M yang dalam hitungan hari akan diberangkatkan.

Dalam pamitannya Suratno menyampaikan permohonan maaf seluruh petugas dan calon haji mandiri dan memohon doa restu kepada seluruh pegawai Kanwil agar dapat melaksanakan tugas dengan baik serta diberikan kemudahan dan kelancaran.

“Kami seluruh petugas dan calon haji mandiri mohon maaf kepada seluruh pegawai Kanwil, sekaligus mohon doa restunya, semoga kami dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan dapat mengantarkan serta mendampingi calon jemaah haji Jawa Tengah dengan sukses sehingga dapat menjadikan haji yang mabrur,” ucap Suratno.

Sementara itu, Pengganti Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah memberikan arahan kepada petugas maupun calon haji mandiri supaya selalu berpegang teguh pada manasik haji,karena dalam manasik haji tersebut sudah seluruhnya terinci proses pelaksanaan ibadah haji yang telah disepakati oleh para ulama dan sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW.

“Para petugas semuanya harus faham terhadap manasik haji, serta mengarahkan seluruh proses dalam ibadah haji sesuai dengan tuntunan dalam manasik haji tersebut, karena banyaknya jemaah yang diurus sudah barang tentu banyak pula keinginan yang ingin dilaksanakan dengan dalih sesuai tuntunan Nabi, untuk itu para petugas disini mempunyai kewajiban dapat mengarahkan para jemaah haji dalam melaksanakan ibadahnya sesuai dengan pedoman manasik haji,” papar Syaifuddin tegas.

“Manasik haji yang telah ditetapkan merupakan hasil perumusan dari para ulama dan tentunya sudah sesuai dengan tuntunan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW,” lanjutnya.

Ditambahkan, sebagai petugas harus aktif dan selalu berkoordinasi demi kelancaran tugas dan terhindar dari permasalahan dikemudian hari, petugas haji harus sabar, sebab kunci keberhasilan dalam menjalankan tugas ibadah haji adalah sabar. Sebagai petugas utamanya adalah melayani jemaah, untuk itu supaya selalu menjaga kesehatan, sehingga dapat melayani jemaah dengan maksimal dan bukan sebaliknya malah dilayani. Hal penting yang perlu dilakukan petugas adalah selalu melaksanakan pendekatan kepada jemaah sehingga semua dapat merasakan ketenangan dalam melaksanakan tugas maupun ibadah.

“Kepada petugas supaya memberikan pendampingan dan pelayanan yang maksimal utamanya bagi jemaah, sabar dan ikhlas dalam bertugas sehingga penyelenggaraan ibadah haji tahun ini sukses. Sesuai janji Allah barang siapa yang mengerjakan haji semata-mata mencari ridlo Allah, maka tiada balasan selain surga,” pungkasnya.   

Petugas yang melaksanakan tugas maupun haji reguler mandiri pada Kanwil Kementerian Agama Prov. Jateng ada 14 orang, yakni : 1. H. Khamdani (TPIHI),  2. Muhtasit (TPHI),  3. Much. Andilala (TPHI),  4. H. Muhammad Irsyad Mustawim (TPHI),  5. Agus Mahasin (TPHI) 6. Maksum (PPIH AS),  7. H. Fitriyanto (PPIH AS),  8. H. Suratno (PPIH AS),  9. R. Hery Prabowo (PPIH AS),  10. Noor Adi Setyawan (PPIH AS),  11. Hj. Sri Puah (PPIH AS),  12. Zaimatul Chasanah (PPIH AS),  13. Khotibul Umam (TPHD Prov. Jateng),  14. Bisri Abdullah (Haji Mandiri). (bd/gt)