Takhtimul Quran di Kemenag Kota Semarang

Semarang – Salah satu ibadah yang disunahkan dalam bulan Ramadan adalah memperbanyak membaca Al Quran. Kementerian Agama Kota Semarang pada bulan Ramadan 1438 H menyelenggarakan acara Takhtimul Quran yang dilaksanakan di Aula Kantor, Jum’at (09/06). Kegiatan diikuti oleh jajaran ASN Kemenag Kota Semarang, dimulai bakda Ashar pukul 16.00 WIB dengan koordinator Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Semarang hingga selesai menjelang maghrib sambil dilaksanakan buka bersama.

Sebanyak 30 juz Al Quran dibaca oleh beberapa ASN dengan pembagian juz bacaan sudah ditentukan masing-masing seksi atau satker. Diikuti oleh Kepala Kantor, Kasubbag, Kasi dan Gara serta penyuluh, pengawas dan pegawai semua secara bersama-sama melaksanakan tadarrus Quran. Seusai membaca Al Quran dilanjutkan dengan tahlil dan do’a khotmil Qur’an.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang Muh Habib dalam arahannya menyampaikan bahwa membaca Al Quran pahalanya dilipatgandakan menjadi beberapa kali lipat, apalagi di bulan Ramadan bulan yang diistimewakan oleh Allah SWT.

“Janji Allah, pahala diberikan tidak hanya bagi orang yang membaca Al Quran tetapi bagi pendengar pun akan mendapatkan rahmat,” ujar Kepala Kantor.

Dikatakan, Hadis Nabi Muhammad SAW menyebutkan, Al Quran dapat memberikan syafaat di hari kiamat bagi pembacanya. “Dengan membaca Al Quran dan doa bersama mengandung maksud agar jajaran ASN Kemenag Kota Semarang senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Semoga kita semua diberikan kesehatan, kemudahan dalam menjalankan tugas kedinasan serta dijauhkan dari rintangan apa pun baik di dunia dan akhirat,” pinta Muh Habib.

Selanjutnya Kakankemenag berpesan agar seluruh ASN hadir pada kegiatan tarawih keliling dengan Walikota Semarang di Aula Kemenag Kota Semarang yang dilaksanakan pada malam harinya.

“Ukuran kesetiaan dan loyalitas ASN adalah dibuktikan dengan kehadirannya pada tarling malam nanti. Jangan sampai memalukan dan kalah dengan instansi yang lain,” tegasnya.

“Kementerian Agama harus menjadi contoh dalam kegiatan keagamaan, apalagi kegiatan tarawih mendapat pahala. Jadi pahala dunia dan akhirat akan didapat sehingga semua pihak harus menyukseskan kegiatan tarling,” imbuhnya.(ch/gt)