Takmir Masjid Harus Pro Aktif

Temanggung – Sejalan dengan perkembangan zaman modern ini,  fungsi masjid  tidak hanya untuk tempat sholat. Guna membuka wawasan sekaligus mensosialisasikan kembali fungsi masjid sebagaimana pada zaman rosulullah, Kementerian Agama bersama KKN STAINU Temanggung khususnya yang berada di Kecamatan Tembarak mengadakan kegiatan yang bertajuk “Ramah Tamah dan Silaturahim KKN STAINU dengan Badko TPQ dan Ta'mir Masjid se Kecamatan Tembarak” bertempat di Aula Kecamatan Tembarak pada hari Jumat (20/4).

Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, H. Ahmad Sugijarto,  SH., MM dalam sosialisasinya memaparkan masjid adalah tempat ibadah kaum muslimin yang memiliki peran strategis untuk kemajuan peradaban ummat Islam. Sejarah telah membuktikan multi fungsi peranan masjid tersebut. Masjid bukan saja tempat shalat, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pengajian keagamaan, militer dan fungsi-fungsi sosial-ekonomi lainnya. Fungsi masjid tidak hanya untuk ibadah, tetapi juga untuk kegiatan ekonomi, musyawarah, menyelesaikan sengketa. Disamping itu masjid menjadi pusat informasi masyarakat.

Masjid menjadi salah satu tempat kebajikan dan kemaslahatan ummat, baik dalam ukhrawi maupun duniawi dalam segala macam aspek manajemen masjid. Namun pada masa kini, fungsi masjid terlalu berdimensi duniawi sehingga peran-peran masjid pada masa kini jauh berbeda dengan masa kebijakan Rasulullah SAW pada masa itu. Banyak masjid berdiri megah nan mewah, namun masih banyak jamaah masjid itu sendiri yang ekonominya jauh dari cukup.

Lebih lanjut dikatakan untuk mewujudkan hal tersebut maka takmir masjid harus pro aktif, handal, dan bisa membidik potensi umat. Disamping itu kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran masjid sebagai pusat kegiatan muslim.

Sugijarto mengharapkan agar takmir masjid bisa menerapkan dan memanfaatkan segala sumber daya untuk kesejahteraan umat dan jamaah di sekitar masjid.

“Dengan kegiatan ini berharap menjadikan masjid tujuan utama pemberdayaan ekonomi dan keilmuan masyarakat. Sehingga segala sesuatu itu nanti bersumber dari masjid,” katanya. Disamping dari Bimas Islam, nara sumber kegiatan tersebut dari Seksi Pendidikan dan Pondok Pesantren.(sr)