Tanamkan Lembaga Pendidikan Keagamaan akan Bahaya Terorisme dan Narkoba

Magelang – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Kudaifah mengingatkan semua pihak akan bahaya terorisme dan narkoba yang saat ini mengintai bangsa Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam membuka kegiatan Pengembangan Mutu Pendidikan Lembaga Keagamaan Kabupaten Magelang di RM Panjiwo, Mungkid, Magelang, Rabu (20/04).

Sebanyak 40 Ketua Badko TPQ Kecamatan dan Kepala Madrasah Diniyah Taklimiyah di Kabupaten Magelang hadir sebagai peserta dalam kegiatan tersebut.

Menurut Kudaifah, pengelola lembaga pendidikan keagamaan Islam perlu mewaspadai bahaya terorisme yang saat menjadi perhatian serius bangsa Indonesia.

“Para pengelola TPQ dan Madin saya minta untuk betul-betul menanamkan doktrin ketuhanan la ilaha illallah muhammadur rasulullah kepada para anak didik agar mempunyai akidah keimanan yang kuat, dan hindarkan dari doktrin yang diperoleh secara instan,” katanya. Dijelaskan, bahwa Al Quran sebagai huda dan furqon betul-betul dapat dilaksanakan dan diamalkan dengan selaras oleh umat Muslim, maka perlu dikaji secara mendalam dan dipraktikkan dalam kehidupan nyata. Al Quran yang dipahami secara instan dapat menyebabkan timbulnya pemahaman-pemahaman yang tidak sesuai ajaran Al Quran itu sendiri.

Kekerasan-kekerasan atas nama agama yang selama ini terjadi, dapat dihindarkan apabila pemeluk agama betul-betul mengkaji secara mendalam ajaran Al Quran. Ia mengilustrasikan makanan yang disajikan akan terasa enak dan nikmat, apabila orang yang makan itu dapat memahami proses sampai makanan itu dapat dihidangkan, sejak dari proses menanam, memanen, kemudian dimasak oleh juru masak yang ahli, sehingga keseluruhan proses itu menghasilkan sebuah cita rasa yang lezat.

Begitu juga dengan agama yang dipelajari dengan sungguh-sungguh, dari orang yang memang ahli dalam agama, kemudian diamalkan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari, maka keluhuran budi dan ketinggian akhlaknya akan menyejukkan dan dinantikan oleh orang lain, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Terkait dengan bahaya penyalahgunaan narkoba, Kudaifah mengingatkan peserta yang hadir untuk betul-betul waspada dan melakukan tindakan preventif agar jangan sampai narkoba merusak sendi-sendi kehidupan yang selama ini telah terbina dengan baik di kabupaten Magelang.

“Narkoba sebagai bencana nasional, saat ini menjadikan target anak-anak SMP sebagai korbannya. Kita harus memberikan pengetahuan kepada para anak-anak sejak dini akan bahaya narkoba ini. Sebab saat ini narkoba telah menjadi bahaya global yang merusak generasi muda Islam,” katanya.

Meskipun para pengelola TPQ dan Madin kurang mendapatkan apresiasi dari masyarakat, Kudaifah memotivasi agar tetap berjuang dengan ikhlas dan tetap semangat karena peran mereka sangat dinanti dalam menyiapkan generasi yang kuat akidahnya dan pasti sesuai dengan semangat isy kariman au mut syahidan, hidup mulia atau mati syahid yang selalu menjadi ruh para pengelola TPQ dan Madin dalam menegakkan agama Allah SWT.

Dalam kesempatan lain, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Agus Syafe’i, menyampaikan bahwa sesuai data EMIS pada bulan April 2016, di kabupaten Magelang terdapat 1.448 TPQ, 203 Madrasah Diniyah Taklimiyah, dan 277 pondok pesantren yang 100% merupakan lembaga pendidikan masyarakat yang dikelola secara swadaya. Potensi lembaga keagamaan yang besar, menurut Agus Syafe’i perlu mendapatkan bimbingan dan peningkatan kualitas karena membantu program pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa.

“Dalam rangka pengembangan mutu, maka perlu dilakukan akreditasi pada TPQ dan Madrasah Diniyah. Melalui akreditasi maka pengelolaan, fasilitas, SDM dan output lulusan akan terukur,” katanya. (m45k/gt)