Tanamkan sikap taawun di tanah suci

Rembang — Jamaah haji merupakan tamu-tamu Allah yang mempunyai keistimewaan tersendiri. Mereka merupakan hamba pilihan Allah yang diberikan kesempatan menunaikan salah satu rukun Islam. Oleh karena itu, jamaah haji wajib bersyukur atas kenikmatan tersebut.

Demikian disampaikan oleh Kepala Kantor kementerian Agama Kabupaten Rembang dalam acara pelepasan calon jamaah haji dari unsur PNS Kankemenag kabupaten Rembang pagi tadi di aula Kankemenag Kabupaten Rembang.

Sebanyak 11 PNS di lingkungan Kankemenag Kabupaten Rembang mendapat kesempatan untuk berangkat haji tahun ini. Kepada calhaj ini, Atho’illah berpesan untuk bersyukur kepada Allah, karena banyak muslim lain yang ingin berhaji tapi belum berkesempatan berangkat.

“Ada yang sudah mampu, tapi hatinya masih belum terpanggil, ada yang ingin berhaji tapi belum punya biaya, dan ada yang sudah punya biaya tapi belum punya kesempatan berangkat tahun ini. Oleh karena itu, calhaj yang sudah ditakdirkan berangkat tahun ini tentunya harus bersyukur,” tandas Atho’illah.

Beliau juga mengimbau kepada calhaj agar menanamkan sikap ta’awun (saling membantu) antar jamaah. Karena barang siapa yang menolong orang lain, maka akan diberikan pertolongan oleh Allah SWT.

Sementara kepada Panitia Pemberangkatan dan Pemulangan Haji (P3H), Atho’illah meminta untuk bertugas secara optimal. Upaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada tamu-tamu Allah merupakan harus dilakukan dengan sepenuh hati akan mendapatkan barokah haji.

Adapun pemberangkatan akan dikonsentrasikan di Gedung Haji Rembang. Kepada calhaj, Atho’illah menegaskan agar sampai di lokasi Gedung haji tepat waktu, agar tidak terlambat sampai di Donohudan. “Para calhaj diminta paling lambat satu jam sebelum keberangkatan,” tegasnya.

“Dan yang terpenting adalah, calon haji agar selalu mengingat-ingat nomer kloter, rombongan, dan regunya,” sambungnya.

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan pula adalah, tidak membawa barang-barang tajam di dalam tas tenteng seperti gunting kuku, pisau, dan sejenisnya. Juga bagi jamaah yang biasa merokok, diminta untuk tidak merokok dan membuang puntungnya di sembarang tempat, karena akan dikenai denda 200 real.—Shofatus Shodiqoh