Tanggal 17 Sebagai Upaya Peringati KORPRI

Grobogan – Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) sejatinya terbentuk pada tanggal 29 Nopember 1971. Dan sebagai wadah untuk menghimpun seluruh Pegawai Republik Indonesia demi meningkatkan perjuangan, pengabdian, serta kesetiaan kepada cita-cita perjuangan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 bersifat demokratis, mandiri, bebas, aktif, profesional, netral, produktif, dan bertanggung jawab. Dan hari Senin (17/12) untuk memperingati KORPRI ASN Kemenag Kab.Grobogan yang terdiri dari pejabat struktural, ASN dilingkungan Kemenag, Kepala KUA dan juga Pengawas pendidikan mengikuti apel pagi bersama setiap tanggal 17.

Bertindak sebagai Pembina apel pagi Kepala Kantor Kemenag Kab. Grobogan Hidayat Maskur menyampaikan terkait kinerja di masing-masing UPT, yang pertama di bagian Subag TU urusan kepegawaian agar menginformasikan kepada ASN dan guru untuk segera membuat SKP tahunan, karena sudah diakhir tahun 2018. Dan menyinggung penerimaan CPNS Kemenag, yang lolos tes SKB berjumlah 1074 dan tes SKB terdiri dari tes psikotes dan tes wawancara. Kanwil Kemenag Provinsi Jateng sendiri mendapat alokasi 6 JFT dan 200 guru se Jateng. Bergeser di bagian bendahara atau keuangan, berkaitan dengan tunjangan kinerja khususnya Bimas Islam, untuk bulan November dan Desember belum bisa dicairkan karena kendala teknis. Pencairannya bisa saja di bulan Januari 2019.

“Dan untuk meningkatkan kinerja Kemenag agar lebih baik lagi dalam pelayanan prima kepada masyarakat, ditahun 2019 insaallah PTSP dimulai pembangunannya untuk memperlancar kinerja di Kemenag Kab.Grobogan,” ungkapnya.

Hidayat Maskur menambahkan, dibagian Haji dan Umroh untuk pemeriksaan kesehatan (Istithoah) dilakukan 2 tahap, yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan atau Puskesmas Kecamatan. Dan dibagian Pendidikan Madrasah harus terus berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan terhadap guru madrasah. Salah satu cara mewujudkan hal tersebut dengan memanfaatkan program SIMPATIKA, karena dengan Simpatika semua data lembaga guru dan murid bisa diketahui.

“Kepada seluruh operator mampu mengaplikasikan SIMPATIKA dengan baik karena salah satu tujuannya adalah sebagai acuan perhitungan beban kerja guru untuk penerbitan SKMT nya, serta sebagai analisis kelayakan guru untuk menerima tunjangan sertifikasi dan tunjangan lainnya. Operator harus memahami dengan benar, karena SIMPATIKA merupakan salah satu penentu karir seorang tenaga pendidik,” terangnya.

Lebih lanjut dibagian Pendidikan Pondok dan Pesantren berkaitan permasalahan tunjangan insentif guru madin dan Tpq, persyaratan harus terpenuhi semua, salah satunya ada pembaharuan ijin operasional dulu dari lembaganya. Dan dibagian Gara Syariah berkaitan dengan zakat, kepada para Kepala KUA agar menginformasikan para penerima zakat yang berada di lingkungannya masing-masing. berkaitan dengan wakaf Kemenag sudah ada mOu dengan BPN untuk percepatan sertfikat tanah wakaf.

Hidayat Maskur juga menginformasikan kepada ASN berkaitan dengan HAB Kemenag, untuk HAB Kemenag akan diadakan jalan sehat pada tanggal 29 Desember 2018 di Gedung Olahraga (GOR) simpang lima dan upacara HAB tanggal 3 Januari yang diadakan di permasing-masing Kecamatan. (bd/gt)