Tangkal terorisme dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil aalamin

Pak, maaf beritanya kok seperti cerita karena tdk ada statement dari salah satu narasumbernya.. karena disitu kan bnyak tokohnya

——————————————————————————————————————————————

Wonogiri – Aksi terorisme, radikalisme dan kekerasan lainya adalah tindakan buruk yang bertentangan dengan hukum dan kaidah serta norma agama, sehingga mengharuskan aparat meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, untuk menangkal terorisme akan lebih baik dengan adanya keterlibatan langsung dari masyarakat.

Kementerian Agama secara konsisten terus-menerus berupaya menekan dan menangkal berkembangnya pemikiran yang mengarah kepada paham radikal atau intoleran. Salah satunya  dengan menggencarkan upaya internalisasi nilai-nilai Islam rahmatan lil a’alamin di masyarakat.

Ungkapan tersebut di sampaikan Plt. Kakankemenag Wonogiri yang di wakili Kasi PAKIS, Hidayat Maskur  dalam acara Silaturahmi Tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Wonogiri yang diadakan Polres Wonogiri, Kamis (02/03) di RM. Masakan Jawa Brumbung, Selogiri yang di ikuti FKUB, Polres, Kemenag dan tokoh agama se Kabupaten Wonogiri.

Ada empat hal yang menjadi ciri dari paham radikalisme adalah intoleran, fanatik, eksklusif, dan revolusioner. Untuk itu pemahaman radikalisme perlu disosialisasikan kepada masyarakat tidak mudah larut ikut-ikutan mengikuti paham yang menyesatkan dan tetap bersikukuh dengan ideologi Pancasila sebagai upaya untuk tetap menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kondisi Indonesia yang multi etnis, multi agama, multi budaya, Indonesia membutuhkan calon pemimpin yang mengayomi semua tanpa melihat asal-usul, suku bangsa dan agama. Untuk ini Kementerian Agama berkepentingan untuk menciptakan generasi muda yang memiliki pandangan keagamaan yang inklusif dan toleran.

Guna mengantisipasi kemunculan radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama yang tindakan maupun eksistensinya dapat mengancam kedaulatan NKRI maka perlu di lakukan dialog dan membentengi masyakat dari faham keagamaan yang radikal.

Sedangkan Ketua FKUB Wonogiri, Soetopobroto menyampaikan bahwa silaturohmi dan koordinasi tokoh agama bertujuan untuk mengenalkan pengurus FKUB Kabupaten Wonogiri dan mengimplementasikan langkah-langkah strategis dalam rangka menjaga kerukunan antar umat beragama dan menjaga iklim kondusif di daerah.

Mengingat tanggung jawab atas kerukunan umat beragama adalah tanggung jawab seluruh umat beragama. Masalah Kerukunan umat beragama harus terus kita perhatikan secara seksama, karena agama memainkan peranan yang penting dalam segala aspek kehidupan ini. Sisi lain, realitas kehidupan kita sangat beragam.  Dan jika tidak melihatnya secara arif dan bijaksana, konflik sering tidak dapat kita hindari sebagai akibat dari perbedaan yang ada. (Mursyid_Heri)