Tarhim Bupati Putaran Pertama Di Aula Kemenag Kebumen

Kebumen – Bupati Kebumen H Muhammad Fuad Yahya dan wakil Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz melaksanakan Tarawih dan silaturahim (Tarhim) putaran pertama di Aula Kankemenag Kebupaten Kebumen, Senin (29/5). Turut serta dalam undangan tarhim Forkompinda dan Pejabat di Jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen.

Beberapa Kepala KUA dan Kepala Madrasah juga ikut melaksanakan Tarhim di putaran pertama tersebut. Bahkan mereka datang bersama keluarga, anak dan istri mereka. Tak ayal aula kemenag menjadi penuh bahkan ada beberapa jamaah sholat tarawih menggunakan teras aula untuk ikut melaksanakan tarawih.

Bertindak selaku Imam sholat Tarawih KH Khamid yang dikerjakan sebanyak 23 rekaat, dan sesaat setelahnya H Ashar Muhamadi selaku tuan rumah Agama Kementerian Agama menyampaikan kata sambutan. Dia menyampaikan bahwa Kementerian Agama mempunyai hubungan yang erat bahkan intim. “Kita (Kementerian Agama-red) mempuyai hubungan yang sangat intim dengan Bupati,” ucapnya.

Ashar menyampaikan hal tersebut bukan tanpa dasar. Hal itu terbukti bahwa Ayah dari Bupati Kebumen saat ini merupakan salah satu pencetus berdirinya Kementerian Agama. Sehingga pada saat Kementerian Agama melaksanakan Ziaroh ke makam pendiri pada pelaksanaan Hari Amal Bhakti, Bupati juga turut melaksanakan ziaroh bersama dengan pejabat dan pegawai di lingkungan Kemenag Kabupaten Kebumen ke makam Ayahnya di Banyumas.

Bupati Kebumen (no 6 dari kiri) melaksanakan Tarhim Putaran Pertama di Aula Kemenag Kab Kebumen (29/5)

Berbeda hal dengan Ashar Muhamadi, dalam Tarhim kali ini Bupati lebih banyak menyampaikan pesan sosial kepada seluruh jamaah yang ikut hadir melaksanakan sholat tarawih tersebut. Diantaranya dia menyampaikan agar seluruh jajaran bank yang ada di Kebumen agar bisa memberikan sosialisasi yang lebih intens kepada masyarakat Kebumen untuk bisa memberikan pinjaman dengan syarat mudah, jangan dipersulit. “Kasihan mereka kalau masih yang banyak terjerat rentenir,” ungkapnya.

Menurutnya banyak masyarakat tanpa memikirkan resiko yang panjang akibat pinjamannya ke rentenir. “yang penting saat itu juga pinjam, saat itu juga cair,” kata Bupati. Ternyata fakta di lapangan pinjaman dari rentenir tidak serumit meminjam di bank, sehingga banyak masyarakat menengah ke bawah yang pinjam ke rentenir tanpa mempelajari bunga yang akan mereka bayar.(pt/Af)