Tarkhim Forkompinda Tangkal Radikalisme

Slawi –  Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal Nurrotib menghadiri Tarawih Silaturahim  (Tarhim) di Desa Danasari kemarin sore (5/6). Kedatangannya didampingi oleh Kepala KUA Kec. Bojong, M Muzzamil dan Penyuluh Agama Islam Kec.  Bojong, A Masruri. Ini adalah Tarhim ke-empat yang dihadirinya pada Ramadhan tahun ini.

Tarhim diawali dengan buka puasa bersama di kediaman Kepala Desa Danasari, Slamet Riyadi RT  7 RW 1 Dukuh Diwung Desa Danasari Kec. Bojong Kab. Tegal.  Acara yang diselenggarakan oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) itu kemudian diisi dengan shalat tarawih berjamaah di Masjid Baiturrohman serta pemberian sumbangan senilai Rp 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) untuk bantuan pembangunan Masjid tersebut. Tak terlewatkan, diberikan juga santunan bagi  50 anak yatim/piatu di Desa itu.

Kades Danasari menuturkan bahwa sejak diumumkan akan adanya acara tersebut dua bulan lalu, masyarakat begitu suka cita dan antusias. Tercermin dari kehadiran warga memenuhi  Masjid yang masih dalam proses renovasi itu, berbaur dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bojong dan beberapa Kepala Desa di Kecamatan Bojong yang turut hadir di majelis tersebut. Pria 51 tahun yang sedang menjabat pada periode kedua itu berharap semoga warganya dapat bersama menikmati bantuan yang diberikan Pemerintah Daerah.

“Kegiatan seperti ini, duduk bersama, bercengkerama,  tarawih bersama, meskipun sederhana dan terlihat sepele tetapi maknanya sangat dalam.” ujar Umi Azizah, Wakil Bupati Tegal pada sambutannya usai tarawih bersama.  Menurutnya, tarhim dapat memupuk semangat kerukunan, kebersamaan, gotong royong, dan persaudaraan agar kian lekat. Pihaknya merasa senang atas kekompakan warga Danasari, sehingga acara malam tadi berlangsung dengan aman dan lancar.

“Kegiatan positif semacam tarhim ini perlu dilestarikan mengingat sekarang banyak kumpulan/organisasi yang mulai melenceng dari ideologi negara yang sudah sekian lama diteguhkan. Melalui tarhim inilah rasa kesatuan dapat lagi dikokohkan, sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi radikalisme” tambah Nurrotib (gap/rf)