Tim Penyusun Modul Penguatan Pendidikan Karakter RA Bekerja Dengan Serius

Semarang – Sebagai bentuk kerja keras dan akselerasi penyusunan Modul Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Roudhotul Athfal (RA), tim kecil penyusunan Modul Penguatan Pendidikan Karakter RA yang dibentuk Subdit Kurikulum dan evaluasi Direktorat KSKK, laksanakan tugas dengan serius.

Keseriusan tim kecil itu terlihar saat menyusun draf modul yang dilaksanakan secara daring dan luring. Pertemuan daring telah dilaksanakan beberapa hari lalu. Sedangkan pembahasan secara luring dilaksanakan seiring kegiatan KSKK Madrasah Kemenag RI, Penyusunan Modul Implementasi Regulasi Pembelajaran Raudhatul Athfal (RA) Angkatan 1 yang digelar selama tiga hari, 12 s.d 14 Juni di The Mirah Hotel, Bogor.

Tim kecil yang ditunjuk terdiri 5 orang yaitu, 1. Amhal Kaefahmi (Kota Semarang) sebagai penanggung jawab, 2. Mahmudah (DKI), 3. Saikhudin Zuhri (Jawa Timur), 4. Himatul Aliyah (Banten), dan 5. Nur Chasanah (Jateng).

Dalam pengarahan saat membuka kegiatan penyusunan modul, Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi, Dr Ahmad Hidayatullah menegaskan, modul yang disusun tidak boleh mematikan kreativitas dan inovasi guru RA dalam pembelajarannya. Karena itu, harus tetap membuka ruang inovasi dan kreatisi pada pengelola RA dalam pembelajarannya.

“Jangan buat modul yang terkesan menuntun guru dan seolah-olah apa yang tertuang dalam modul adalah satu-satunya yang benar. Tersedianya modul tetap memunculkan inspirasi guru untuk berkembang,” pesannya.

Menurut Ahmad Hidayatullah, saat ini, disiapkan 8 modul yaitu, (1) modul Perencanaan dan Penilaian; (2) modul Penyusunan Dokumen KTSP; (3) modul Pengembangan PAI; (4) modul Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK); (5) modul Pemberdayaan Orangtua; (6) modul Pendidikan Inklusi; (7) modul Strategi Pembelajaran dan Bahan Ajar; dan (8) modul Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) RA.

Penanggung jawab modul PPK, Amhal Kaefahmi menjelaskan, tim penyusun modul ini terdiri dari orang-orang yang memiliki komitmen dan dedikasi tinggi terhadap amanah yang diberikan. Terbukti, mereka langsung koordinasi menyusun draf modul yang dilanjutkan pembahasan melalui video conference, Kamis (10/6/21).

“Tim penyusun modul PPK sangat kompak dan serius melaksanakan tugas,” ucapnya.

Sementara itu, Saikhudin Zuhri dan Nur Hasanah mengatakan, tugas yang diberikan ini merupakan tantangan dan kesempatan luar biasa untuk ikut berkiprah menguatkan karakter anak. Modul yang disusun diharapkan dapat sebagai referensi untuk mengembangkan potensi anak RA.

“Modul ini sebagai wadah untuk mengeksplorasi ide dan pemikiran tentang penanaman karakter pada anak RA secara komprehensif,” tambah Mahmudah dan Himatul Aliyah disela keseriusannya menyusun modul.  (Amhal Kaefahmi/bd)