Tim ZI Evaluasi Pelayanan PTSP

Purbalingga – Membangun good governance (pemerintahan yang baik) adalah kewajiban mutlak bagi semua institusi pelayanan publik di negeri ini. Pelayanan publik berbanding lurus dengan sinergitas antar pimpinan, alur pelayanan, fasilitas dan skill petugas pelayanan itu sendiri. Menyadari hal tersebut, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga senantiasa berupaya melakukan penyempurnaan dalam setiap pelayanan kepada masyarakat dengan mengandalkan motto layanan SEHATI (Santun, Efektif dan Efisien, Humanis, Amanah, Tertib dan Ikhlas).

Ketua Tim Zona Integritas (ZI) Mukhlis Abdillah menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan Kantor Kementerian Agama kabupaten Purbalingga dalam rangka mewujudkan hal tersebut adalah dengan melakukan evaluasi kinerja pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Pada kegiatan Evaluasi Pelayanan PTSP yang bertempat di ruang PTSP Jumat (21/05/2021) sore, Tim ZI dipimpin Mukhlis Abdillah melakukan evaluasi dan penyempurnaan layanan di unit yang menjadi garda terdepan Kankemenag Purbalingga tersebut. Kegiatan dihadiri Kasubbag TU Purwadi, Sekretaris Tim ZI Sudiono, para Kasi/Penyelenggara, Pranata Humas serta seluruh petugas PTSP yang terdiri dari 4 orang Security, 4 orang Customer Service dan 2 orang Office Boy.

Dalam evaluasinya Mukhlis bersyukur dalam tahapan-tahapan penilaian menuju WBK. Telah diperoleh hasil yang baik, yaitu ranking 1 di tingkat Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah dan ranking 2 di tingkat nasional.

“Tentu ini hasil kerja keras kita bersama dan saya sampaikan terima kasih atas sinergi yang sangat baik ini. Tugas kita tentu saja tidak berhenti di sini, tetapi saatnya harus mempertahankan apa yang sudah kita peroleh. Jangan sampai semangat kita kendor. Tidak hanya mempertahankan, namun menyempurnakan agar semakin prima,” ungkapnya.

Mukhlis menegaskan, petugas PTSP adalah wajah kantor dalam pelayanan prima karena berhadapan secara langsung dengan para pengguna layanan (customer).

 “Sebaik apapun fasilitas, alur pelayanan dan SDM, jika pelanggan merasa tidak puas apalah artinya. Untuk itu, sebuah keharusan bagi kita untuk siap mengevaluasi dan dievaluasi,” tandasnya.

Ketua Pokja 3 Area Penataan Manajemen SDM Hj. Khamimah dalam penjelasannya tentang Etika Pelayanan mengingatkan agar para petugas PTSP senantiasa meningkatkan pelayanan melalui sikap santun, smart, tegas dan siap melayani sepenuh hati.

“Pada era yang lampau, customer adalah sesuatu yang harus diutamakan. Namun pada era sekarang yang harus diutamakan adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan SDM yang menguasai tugas dan fungsinya, secara otomatis akan berimbas kepada baiknya pelayanan,” ungkapnya.

Untuk itu menurutnya, Security juga harus banyak belajar dan membaca informasi yang tercantum dalam 27 macam layanan yang disajikan.

“Hafalkan beberapa jenis layanan yang sering dibutuhkan berikut syarat-syaratnya. Misalnya tentang permohonan ijin operasional majelis taklim. pahami betul syaratnya apa saja. Jadi  sebagian urusan cutomer sudah dapat diselesaikan oleh security. Berkas persyaratan sudah di cek oleh security, sehingga saat di loket tinggal melanjutkan saja,” terangnya.

Dengan demikian, customer akan merasa sangat puas, dimudahkan urusannya dan ingin kembali datang untuk mendapatkan pelayanan kembali. Karena indikasi puas adalah customer mau datang kembali,” pungkasnya.* (sl_ sar/bd)