Tindak Lanjut Rencana Pemanfaatan Candi Borobudur Sebagai Pusat Peribadatan Umat Buddha Seluruh Dunia.

Mungkid – Sebagai tindak lanjut rencana Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas menjadikan Candi Borobudur sebagai pusat peribadatan umat buddha seluruh dunia, maka Direktorat Jendral (Dirjen) Bimas Islam Kemenag RI di damping Staf Khusus Menteri Agama Abdul Kharis mengadakan kunjungan audiensi kepada para tokoh lintas agama lintas (FKUB) dan pejabat di Kankemenag Kab. Magelang, Rabu (6/9/2021).

Disampaikan oleh Abdul Kharis bahwa mengingat jumlah umat Buddha di Asia Tenggara mencapai lebih dari 40 persen sehingga Menteri Agama yakin upaya diatas sangat mungkin untuk diwujudkan sehingga upaya-upaya untuk sosialisai, audiendi dan dialog-dialog untuk mendapatkan masukan dan kritikan membangun terus dilaksanakan.

“Jika rencana itu terwujud, maka Borobudur akan mejadi simbol terkuat toleransi beragama. Tidak hanya di Indonesia, pesan tersirat jika Candi Borobudur dijadikan pusat peribadatan kelas dunia, maka juga bakal menggema di seluruh dunia, dan itu berdampak baik untuk pengembangan pariwisata,” kata Abdul Kharis.

“Jika Agama Buddha selama ini dikenal sebagai agama damai, maka pesan perdamaian antar agama dan umat beragama di dunia ini justru digemakan dari candi yang menjadi salah satu dari keajaiban dunia itu,” lanjutnya.

Tak hanya itu, keyakinan keberhasilan upaya tersebut muncul karena Kementerian Agama saat ini telah melaksanakan program unggulan yaitu penguatan Moderasi Beragama yang telah dilaksanakan di Kankemenag tingkat provinsi dan kabupaten/kota se Indonesia misalnya yang disampaikan Kepala Kankemenag Kab. Magelang Zainal Fatah ketika menyambut rombongan Audiensi Dirjen Bimas Buddha tersebut.

“Indonesia tertidiri berbagai agama yang dianut masyakatnya, aneka ikon agama ada disana, agama Buddha di Kabupaten Magelang misalnya ada Candi Borobudur dan Candi Mendut sebagai simbol dan tempat peribadatan sehingga rencana menjadikan candi borobudur menjadi pusat agama buddha dunia ibternasional insa Alloh akan mendapat dukungan dari banyak kalangan,” ungkap Zainal Fatah.

Menyinggung terkait kegiatan audiensi dan diskusi Dirjen Bimas Buddha dengan para tokoh agama di Kabupaten Magelang Zainal Fatah berharap forum ini dapat memberi manfaat yang besar untuk upaya-upaya mewujudkan cita-cita  tersebut “diskusi ini nanti semoga dapat menjadi ajang saling tukar informasi tentang perkembangan kondisi keberagamaan masyarakat di Kabupaten Magelang,” katanya.

Tim Audiensi dari Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI tersebut antara lain Sekjen Dirjen Bimas Buddha Nyoman Suriadarma, Kepala Subdirektorat Kelembagaan pada Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Karsan, Ketua Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Supardi, dari Lembaga Pengembangan Teknologi Pembelajaran Ahli Madya Sayit, dan Kepala Seksi Penguatan Lembaga Siti Wigati. (toy/Sua).