Penyuluh Islam tingkatkan ekonomi umat

Tingkatkan Ekonomi Umat, Penyuluh Agama Adakan Pelatihan Wirausaha

Banjarnegara – Penyuluh Agama Islam fungsional (PAIF) kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwareja Klampok, Hendriyanto adakan pelatihan wirausaha. Hal ini guna meningkatkan kemandirian dan jiwa kewirausahaan jamaah majelis taklim. Pelatihan kewirausahaan ini berlangsung di rumah kepala Desa Srikandi Purwareja Kelampok  pada Jum’at ( 25/06).

Hadir dalam acara pelatihan wirausaha ini penyuluh fungsional, penyuluh non PNS, kepala desa, dan 40 orang peserta yaitu kader ibu-ibu PKK yang merupakan jamaah majelis taklim.

Penyuluh Agama pada Kementrian Agama diberi tugas tanggungjawab dan wewenang oleh pemerintah untuk melaksanakan bimbingan keagamaan, penyuluhan pembangunan, melalui bahasa agama.  Sehingga seorang penyuluh agama harus mempunyai wawasan yang luas,  Inovasi, kreatifitas dan loyalitas. Dalam hal ini, Hendriyanto mengambil langkah, untuk peningkatan majelis binaan diadakanlah pelatihan pembuatan dawet ayu Banjarnegara. Hal ini terinspirasi dari minuman khas di  Banjarnegara, dawet Ayu yang merupakan kuliner nasional.

Hendrinyanto menyampaikan tujuannya mendirikan majelis taklim wirausaha yang bekerja sama dengan Desa Srikandi dan PKK untuk pelatihan membuat dawet ayu ini merupakan salah satu usaha peningkatan kesejahteraan ekonomi umat.  “Dengan itu semua sehingga fungsi Majelis taklim tidak hanya untuk mengenyam ilmu agama saja tapi kita juga bisa meningkatkan kemampuan berwirausaha,” jelasnya.

“Terlebih kondisi saat ini masih dalam wabah pandemi yang hampir 2 tahun,  tentu masyarakat membutuhnan tambahan ekonomi. Karena kami merupakan seorang penyuluh dan entrepreneur, maka kami berikan materi dan pelatihan semampu kami. Ini adalah salah satu bentuk pengabdian kami sebagai penyuluh agama di tingkat kecamatan, “ tambahnya.

Sementara itu Siti Asiyah, selaku kepala Desa Srikandi, menyampaikan rasa terimakasihnya.

“kami sangat berterimakasih atas pelatihan yang diberikan. Harapan kami, jamaah majelis taklim ini selain menjadi umat yang taat agama, juga bisa memanfaatkan pelatihan yang diberikan, baik untuk wira usaha dirinya sendiri, maupun ditularkan kepada keluarga, dan saudarannya, “ pungkasnya.

Acara diakhiri dengan praktik pembuatan dawet ayu khas Banjarnegara. (ak/h/rf)