Tingkatkan Kompetensi dan Kualitas SDM Guru RA Dengan Diklat

Wonogiri-Sudah saatnya guru RA di lingkungan Kantor Kementerian Agama harus melakukan inovasi dan menambah pengetahuan baru, sehingga dengan gurunya yang maju maka sekolahpun akan maju, dan program Diklat Peningkatan Kompetensi juga sesuai dengan program kerja IGRA sebagai fasilitasi untuk meningkatkan mutu pendidikan RA.

Untuk itu Pengurus Daerah (PD) Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan Diklat Peningkatan Kompetensi Sosial dan Kepribadian Guru RA, Senin – Rabu (10-12/07) di RM. Alami Sayang Wonogiri yang di ikuti Guru RA se-Kabupaten Wonogiri.

Menurut Ketua PD IGRA Kabupaten Wonogiri, Nur Anisah tujuan utamanya untuk menambah wawasan dan meningkatkan kualitas SDM Guru Roudlotul Athfal di lingkungan Kemenag Wonogiri serta mutu pendidikan anak usia dini.

Sedangkan Kasi Pendidikan Madrasah, H. Ahmad Farid yang membuka acara tersebut menyampaikan bahwa kegiatan tersebut harus bisa menjadi semangat dan entry point bagi kepala RA se Kabupaten Wonogiri untuk bisa mencetak generasi yang berkualitas dan bisa menjadi inspirasi bagi guru RA agar lebih maju dan meningkat kualitasnya.

Dengan diterbitkanya Undang-Undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang salah satu pasalnya mengamanahkan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini harus dilakukan oleh masyarakat bersama pemerintah. Raudhatul Athfal (RA) ini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak-anak usia dini, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan (perkembangan) jasmani kesiapan dalam memasuki pendidikan dasar dan kehidupan ke tahap berikutnya.

Oleh karena itu Ahmad Farid berharap, melalui  Diklat Peningkatan Kompetensi Sosial dan Kepribadian Guru RA, kiranya para guru Raudhatul Atfal dapat termotivasi untuk  lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan ide-idenya ketika mengajar.

“Saya berharap, dengan diadakannya Diklat Peningkatan Kompetensi Sosial dan Kepribadian Guru RA, mudah-mudahan para guru-guru Raudhatul Atfal dapat termotivasi untuk  lebih kreatif dan inovatif lagi dalam mengembangkan ide-idenya ketika mengajar,” tegas Ahmad Farid

Mengingat saat ini Raudlatul Athfal (RA) telah terbukti memainkan peran sekaligus memberikan kontribusi penting dalam upaya perbaikan sumber daya manusia Indonesia khusunya anak usia dini. Sehingga RA kedepan harus terus berkembang lebih baik, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan dini, tapi juga sebagai embrio mendidik moral generasi muda dan pengenalan agama yang baik.

RA mempunyai kelebihan dan keunggulan sebab, sekarang RA bukan lagi menjadi alternatif sekolah TK. Tapi RA adalah pilihan masyarakat dan primadona, dimana mereka memasukkan anak untuk bekal dan mengenalkan agama Islam sejak dini. RA merupakan pondasi pendidikan yang kuat untuk mempersiapkan generasi bangsa yang iman, taqwa, sehat, ceria, peduli lingkungan, kreatif, soleh dan solehah. (Mursyid_Heri/Wul)