Tingkatkan Kompetensi Guru TPQ, KUA dan Badko TPQ Selenggarakan Training BCMI

Wonogiri – Sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi mengajar bagi guru TKQ/TPQ/TQA, Kantor Urusan Agama Kecamatan (KUA) Kecamatan Sidoharjo bekerjasama dengan Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al Qur’an (Badko TPQ) Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan pelatihan/training guru (training for trainer) BCMI (Bermain, Cerita dan Menyanyi Islami) dengan tema menjadi “Guru TKQ-TPQ-TQA  yang Kreatif, Asyik dan Menyenangkan”, bertempat di Masjid Yayasan Miftahul Hasan Sidoharjo yang di ikuti 150 pengajar TPQ/PAUD/TK, Minggu (03/6).

Acara tersebut menghadirkan Trainer BCMI Nasional Kak Jun Rahmat Junaedy dari Surakarta, turut hadir pada kegiatan tersebut Ketua Badko TPQ Kabupaten Wonogiri,  Penyuluh Agama Islam KUA Sidoharjo, ketua yayasan Miftahul Hasan, tokoh agama di Sidoharjo dan para guru TPQ.

Kegiatan pelatihan guru TKQ/TPQ/TQA tersebut dibuka secara resmi oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kecamatan Sidoharjo, Hj. Umi Ustanti. Dalam sambutannya beliau berharap  dengan dilaksanakannya pelatihan guru tersebut untuk meningkatkan kreatifitas guru TKQ-TPQ-TQA yang ada di Kabuaten Wonogiri.

“Pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kreatifitas guru TKQ-TPQ-TQA Kabupaten Wonogiri dan semoga setelah pelatihan ini diharapkan para peserta mampu menularkannya ke guru-guru di kecamatannya masing-masing karena peserta ini merupakan perwakilan dari seluruh kecamatan yang ada di kota Wonogiri,” harap Umi Ustanti.

Menurut ASN KUA Sidoharjo tersebut, belajar itu penting, mengaji itu penting, disiplin itu penting, bermain juga penting. Seorang anak-anak TPQ butuh belajar dengan nyaman, senang, gembira sebab anak memiliki dunia yang berbeda. Dengan permainan yang edukatif pesan moral dan akhlaqul karimah lebih mudah di terima anak-anak.

Setiap santri TPQ memerlukan permainan, bermain merupakan kegiatan santai, menyenangkan tanpa beban yang menghasilkan sesuatu. Di sinilah tugas seorang penyuluh agama Islam adalah membantu orang belajar dengan cara mendesign pembelajaran agama dengan santai sehingga santri dapat belajar dengan mudah.

“Alhamdulillah dengan metode BCMI di harapkan animo anak TPQ untuk belajar agama semakin meningkat, pesan agama juga mudah di terima mereka, semoga semakin sehat cerdas otaknya dan hatinya bersih,” jelas Mursyidi.

Mengingat Al-Qur’an merupakan kitab suci dan pedoman hidup umat Islam untuk meraih keselamatan hidup di dunia dan akhirat. Oleh karena itu Al-Qur’an sangat layak mendapat perhatian yang serius dan harus diajarkan sejak dini pada generasi muda umat Islam. Untuk itu, ia mengharapkan agar para peserta dapat mengikuti kegiatan pelatihan ini dengan serius agar dapat mempraktekkannya pada lembaga pendidikan masing-masing.  (Mursyid_heri/Wul)