Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Guru PAI TK melalui Program Seksi

Tegal- Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran bagi guru PAI TK, Kantor Kementerian Agama Kota Tegal melalui Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) mengadakan rapat koordinasi dengan Forum Komunikasi Guru (FKG) PAI TK se Kota Tegal , Kamis (24/08) di Aula Kantor

Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Kasi PAKIS, Agus Seri didampingi JFU Seksi PAKIS, Eka Umi Saroh Hayati selaku notulen rapat serta dihadiri seluruh guru PAI TK se-Kota Tegal dengan tujuan agar tercipta sinergitas antara Kemenag dengan guru PAI dalam rangka peningkatan pembelajaran.di tahun 2017.

Dalam sambutanya Agus Seri mengatakan, semua guru PAI khususnya di tingkat TK harus bisa melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai pengajar, juga harus mampu meningkatkan pelayanan manajemen Pendidikan Agama Islam secara kontinue, “guru PAI TK harus punya program Seksi,” tegas Agus Seri

Dijelaskan oleh Agus, yang dimaksud dengan seksi adalah penjabaran dari 5 huruf tersebut, S yang pertama adalah Smart yang berarti guru harus cerdas, pintar dan bijak, kemudian E adalah Elegan yang berarti bahwa setiap guru harus selalu rapi, elok dan anggun, baik dalam hal berpakaian, berbicara maupun saat mengambil keputusan.

Sedangkan K adalah Kharismatik, dimana guru harus berwibawa serta memilliki daya tarik baik saat di sekolah, di jalan maupun dirumah, karena guru mencerminkan sifat yang akan ditiru oleh anak didiknya, seperti basa jawa mengatakan guru itu digugu lan ditiru “guru itu di contoh dan dipercaya, “jelas Agus.

Setelah memilik kharismatik guru harus memiliki program S yang kedua yaitu Solusion, dimana guru harus mampu memberikan jalan keluar jika terdapat masalah baik didalam maupun diluar proses belajar mengajar yang berkaitan dengan peserta didik dan wali murid.

Program terakhir adalah I yang artinya Inovatif, dimana setiap guru harus memiliki kreatifitas atau dapat menciptakan sesuatu yang baru berupa ide-ide asli/adaptif untuk berkembang dan dapat menghasilkan produk baru, baik bagi dirinya sendiri ataupun lingkungan sekolahnya, “pungkas Agus. (IM/rf)