Tingkatkan mawas diri dan muhasabah

Wonogiri – Ibadah haji merupakan ibadah yang berat dan membutuhkan waktu yang cukup lama ini hendaklah dipersiapkan manasiknya dengan mantap, dipersiapkan kesehatannya serta mentalnya supaya benar-benar bisa melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji yang pada akhirnya menjadi haji yang mabrur dan bisa kembali lagi ke tanah air dengan sehat wal afiat.

Calhaj supaya menata hati dan meluruskan niat dalam melaksanakan haji hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. bukannya untuk yang lain. Kalau niatnya salah maka sia-sialah harta, tenaga dan pikiran yang telah dicurahkan untuk berangkat ke tanah suci.

Menyinggung atas musibah badai yang menyebabkan alat berat (crane) jatuh di Masjidil Haram yang menimpa ratusan jemaah haji termasuk jemaah haji asal Indonesia yang meninggal dan luka-luka, untuk menyikapi musibah ini sebagai ujian bagi jemaah Indonesia yang sedang menunaikan rukun Islam kelima.

Demikian disampaikan Kepala Kankemenag Wonogiri Safrudin sebelum pemberangkatan calhaj asal Kabupaten Wonogiri tahun 2015 H / 1436 H, selasa (15/09) di pendopo rumah dinas Bupati Wonogiri.

Beliau berpesan kepada calhaj yang akan melaksanakan ibaadah haji untuk tidak takut menjalankan ibadah hajinya pasca musibah crane di Masjidil Haram tetapi tetap mawas diri/berhati-hati dan tetap berdoa dan muhasabah kepada Allah SWT serta agar tetap tenang dan tetap khusyuk beribadah.

Sedangkan acara pelepasan dan pamitan calhaj secara simbolis sudah di laksanakan pada rabu (09/09) di Pendopo Kabupaten Wonogiri, hadir dalam acara tersebut forum pimpinan daerah, Ka. Kankemenag, kepala SKPD, MUI dan kepala KUA.

Bupati Wonogiri yang di wakili Asisten Setda bidang Kesejahteraan Rakyat, Bambang Haryadi, berharap para calhaj Wonogiri menjaga kesehatan dan nama baik daerah dan kepada petugas baik TPHI, TPIHI, TKHI, TKHD dan TPHD untuk memberikan pelayanan yang terbaik, tetap fokus terhadap pelayanan dan jaga kedisiplinan.

Kepada jamaah calon haji untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan memperbanyak membaca doa dan dzikir baik bacaan talbiyah, takbir dan amalan sunnah lainnnya serta memperbanyak berdoa khususnya di tempat-tempat mustajabah baik di mekkah maupun madinah, sehingga sekembalinya dari tanah suci dapat menyandang haji yang mabrur.

Menurut Kasi Haji dan Umroh Ali Yatiman tahun 2015 M / 1436 H calon jamaah haji dari Kabupaten Wonogiri berjumlah 346 calhaj tergabung dalam kloter 72 dan kloter 73.

Sesuai jadwal pemberangkatan kloter 72 bergabung dengan calhaj dari klaten dan boyolali masuk Asrama haji Donohudan, selasa 15 September 2015 pukul 20.00 WIB dan kloter 73 bergabung dengan calhaj surakarta masuk Asrama haji Donohudan, Rabu 16 September 2015 pukul 08.00 WIB.

Calhaj tertua atas nama Darmo Diman Bin Maryokromo 89 tahun dan calhaj termuda atas nama Yusuf Sabila Rosyada 22 tahun, keduanya berasal dari Kecamatan Jatisrono. (mursyid_Heri)