Tingkatkan mutu Guru PAI melalui Diklat

Blora – Penyusunan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) harus dimengerti, dipahami dan diterapkan dengan baik oleh semua guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah umum baik SMA maupun SMK se-Kabupaten Blora karena merupakan salah satu kompetensi yang harus dikembangkan dalam pembelajaran sehingga mutu Pendidikan Agama Islam akan lebih meningkat.

Demikian disampaikan oleh Kepala Balai Diklat keagamaan Semarang, DR. H. Japar, M.Pd dalam acara Diklat Di Wilayah Kerja (DDWK) Penyusunan PTK di Aula Kankemenag Blora pada Senin (22/6).

Japar juga menandaskan sesuai UU ASN No 5 Tahun 2014 maka setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) berhak mengikuti pengembangan kompetensi, maka guru berhak untuk meningkatkan keilmuan bagi pengembangan kualitas pembelajaran seperti mengikuti Diklat di Wilayah Kerja.

Dalam kenaikan pangkat pegawai sering terjadi ASN tidak bisa naik pangkat dari IVa menuju IV b karena tidak mampu membuat PTK, padahal menyusun dan menerapkan PTK sangat mudah karena bisa dilakukan sehari hari dalam proses pembelajaran, namun membutuhkan kreatifitas dan inovasi guru.

Maka keilmuan dalam PTK itu sangat penting bagi guru baik dalam segi teori dan praktek, sehingga pembimbingan dan pelatihan konsep penyusunan PTK diharapkan akan dapat diterapkan dengan baik selama lima hari pelatihan, yakni 22-26 juni nanti.

Japar menandaskan bahwa dewasa ini, PTK semakin menjadi tren untuk dilakukan oleh para profesional sebagai upaya pemecahan masalah dan peningkatan mutu di berbagai bidang, dimana awal mulanya PTK ditujukan untuk mencari solusi terhadap masalah sosial (pengangguran, kenakalan remaja, dan lain-lain) yang berkembang di masyarakat pada saat itu dan dijadikan dasar untuk mengatasi masalah tersebut.

“Dalam kegiatan pembelajaran, PTK berkembang sebagai suatu penelitian terapan yang sangat bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran di kelas “, ungkap Japar serius.

Gunawan, Widyaiswara penyampai materi menyatakan bahwa dengan melaksanakan tahap-tahap PTK, guru dapat menemukan solusi dari masalah yang timbul di kelasnya sendiri, bukan kelas orang lain, kemudian menerapkan berbagai ragam teori dan teknik pembelajaran yang relevan secara kreatif, tanpa harus meninggalkan siswanya.

“PTK merupakan suatu penelitian yang mengangkat masalah-masalah aktual yang dihadapi oleh guru di lapangan, maka guru mempunyai peran ganda sebagai praktisi dan peneliti”, paparnya.

Pihaknya menjelaskan tentang konsep penyusunan PTK bahwa Hal yang sangat diperlukan agar guru dapat menerapkan PTK sebagai upanya memperbaiki dan meningkatkan layanan pembelajaran secara lebih jauh provesional guru dituntut untuk berani mengatakan secara jujur mengenai beberapa sisi lemah yang masih terdapat dalam implementasi program pembelajaran yang dikelola.

Dengan kata lain, guru / praktisi pendidikan harus mamapu merefleksikan, merenungkan berfikir baik mengenai apa saja yang telah dilakukan dalam proses pembelajaran dalam rangka mengidentifikasikan sisi-sisi lemah yang mungkin ada. Dalam proses perenungan itu terbuka peluang bagi guru untuk menemukan kelemahan-kelemahan praktik pembelajaran yang selama ini mungkin dilakukan tanpa disadari kemudian menyusun dan menerapkan langkah solusi dan terobosan inovasinya.

Sementara itu, Kepala kankemenag Blora, Drs. H. Tri Hidayat di hadapan 30 peserta dari guru SMA/SMK se-Kabupaten Blora menyampaikan bahwa Kegiatan DDWK ini akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan guru menuju profesional melalui peningkatan kompetensi, sehingga perlu diperhatikan materi dengan seksama baik konsep, penyusunan PTk maupun praktek penerapannya.

“Meskipun puasa, namun peserta DDWK harus semangat meningkatkan ilmu tentang PTK yang bermanfaat dalam peningkatan mutu pendidikan”, pungkasnya. (ima)