Tingkatkan Mutu Madrasah Dengan Tiga Sukses Pendidikan

BLORA – Saat ini madrasah harus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan agar bisa bersaing menghadapi dunia global melalui upaya mensukseskan tigal hal, antara lain sukses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Sukses dalam Pelaksanaan Ujian nasional dan Sukses dalam meningkatkan Mutu dan karakter peserta didiknya.

Demikian disampaikan oleh Kepala Kankemenag Blora, Nuril Anwar dalam acara Workshop Peningkatan Mutu Pendidikan Madrasah di gedung NU Blora pada Selasa ( 27/2) yang diikuti sekitar 146 peserta madrasah baik RA, MI, MTs Maupun MA se-Kabupaten Blora.

Menurut Nuril, dalam pelaksanaan Sukses PPDB, madrasah harus bisa dicintai masyarakat, memenuhi kebutuhan masyarakat, menjawab kebutuhan masa depan anak didik, dan madarasah harus mempunyai kompetensi mutu pendidikan dengan melakukan upaya pendekatan kepada masyarakat melalui sosialisasi brosur, lomba lomba, sosialisasi ke sekolah dan program unggulan yang menyentuh masyarakat seperti hafalan Alquran sehingga jumlah siswa di madrasah akan meningkat.

Selain itu, dalam menciptakan sukses Ujian Nasional, maka sekolah hendaknya memiliki prestasi dan nilai rata rata yang meningkat  dari tahun sebelumnya dengan tetap menjaga kejujuran, serta bisa meningkatkan mutu dan kualitas akhlak, pendidikan karakter dan nilai iman bagi peserta didik sehingga madrasah berhasil dalam memberikan akhlak mulia pada siswa.

Nuril juga menandaskan peningkatan mutu madrasah bisa juga dengan pendekatan  School review, yakni sebuah proses yang merupakan seluruh komponen madrasah bekerja sama khususnya dengan orang tua dan tenaga profesional untuk mengevaluasi efektifitas madrasah, serta mutu lulusan., yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan apakah yang dicapai madrasah/sekolah sesuai dengan harapan orang tua siswa dan siswa sendiri,  bagaimana prestasi yang telah dicapai para peserta didik, foktor apa yang menghambat upaya untuk meningkatkan mutu dan apakah foktor-foktor pendukung yang dimiliki madrasah/sekolah

Selain itu juga model Benchmarking, yakni kegiatan untuk menetapkan standar dan target yang akan dicapai dalam suatu periode tertentu, yakni Standar dapat ditentukan berdasarkan keadaan realitas yang ada di madrasah/sekolah, misalnya prestasi yang diraih siswa yang baik prilakunya dan yang sedikit nakal namun cerdas (internal benchmaking), maupun membandingkan standar kualitas dari madrasah/sekolah lain yang lebih baik (exsternal benchmaking dan Quality assurance, sebagai teknik untuk menentukan bahwa proses pendidikan telah berlangsung sebagaimana rencana awal dan yang seharusnya, sehingga dapat dideteksi adanya penyimpangan yang terjadi pada proses, dimana menekankan pada proses monitoring yang berkesinambungan dan melembaga, yang menjadi subsistem madrasah/sekolah.

Hal senada diungkapkan Kasi pendidikan Madrasah, Fathul Himam,M.PdI yakni Madrasah hendaknya memberikan jaminan bagi orang tua siswa bahwa  madrasah/sekolah senantiasa memberikan pelayanan terbaik bagi siswa.

Himan menjelaskan pemangku madrasah perlu menganalisa situasi madrasah dengan pendekatan SWOT, dalam usaha peningkatan mutu pendidikan mencakup berbagai dimensi, antara lain belajar mengajar, meliputi lingkungan belajar, pembelajaran siswa, interaksi belajar mengajar, perencanaan proses belajar mengajar oleh guru, sistem penilaian dan perbaikan,  Kepemimpinan dan budaya madrasah, yang meliputi kepemimpinan secara umum, kepemimpinan untuk melakukan perubahan, kepemimpinan untuk bekerja, budaya kesatuan dan kebersamaan, dan budaya perbaikan dan Manajemen dan pengembangan madrasah, mencakup manajemen perbaikan tujuan madrasah, prioritas dan perencanaan.

   Selain itu, Himam juga menandaskan bahwa ada empat hal yang terkait dengan prinsip-prinsip manajemen madrasah unggul, yaitu  Perhatian harus menekankan terhadap proses dengan terus menerus / berkelanjutan dalam peningkatan mutu, Mutu harus ditekankan oleh penggunan (costumer), Prestasi harus diperoleh melalui pemahaman visi madrasah bukan pemaksaan aturan dan  Sekolah harus menghasilkan siswa yang berkepribadian, memiliki skill dan kematangan emosional.

“mari kita tingkatkan mutu pendidikan madrasah di Blora dengan bekerjasama berbagai pihak baik internal maupun ekseternal sekolah”paparnya.(ima/bd)