Tingkatkan Mutu Madrasah, Kemenag Klaten Gelar Bedah Kisi-Kisi USBN

Klaten – USBN semakin dekat maka dalam rangka upaya meningkatkan mutu Pendidikan pada satuan pendidikan melalui Ujian Sekolah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammmadiyah (STAIM) Klaten  mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Bedah Kisi-Kisi USBN tahun 2018 dan Pembuatan Soal yang bertempat di aula STAIM Klaten diikuti guru kelas VI MI se Kabupaten Klaten, Senin (5/2).

Dalam pengarahannya, Kasi Pendidikan Madrasah Waznan Fauzi berharap dari kegiatan ini, seluruh siswa bisa sukses mengikuti UN.

"Dalam kegiatan ini para guru akan dapat memahami dengan baik kisi-kisi dan materi yang akan menjadi bahan ujian akhir, sehingga diharapkan dapat menyampaikan kepada siswa dengan tepat sasarannya semoga hasil ujian yang akan datang lebih baik," tandas Waznan.

Lebih lanjut Kasi Penma mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan ini diantaranya untuk lebih meningkatkan pemahaman guru tentang karakteristik kisi-kisi UN, meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam merumuskan indikator soal (penilaian), memantapkan kemampuan dan keterampilan guru dalam menyusun kisi-kisi soal, meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam menyusun butir soal sesuai dengan kaidah penulisan butir soal.

Kegiatan ini sangat bagus dilaksanakan, selain itu untuk peningkatan kualitas guru. Jika kualitas guru semakin bagus, maka siswa juga akan berkualitas juga. Madrasah yang bagus dan berkualitas hanya bisa diciptakan dari stakeholder yg berkualitas pula. Dimulai dari kualitas guru, pengelolaan manajemen yang baik, sarana prasarana yang  memadai dan kurikulum yang digunakan dalam pembelajaran. Semuanya berkaitan dan harus tersedia dengan baik guna pencapaian kualitas madrasah yang lebih baik lagi.

Guru mampu menganalisis dan menjabarkan kisi-kisi USBN, mampu menyusun soal yang berkualitas. Adapun target umum dari kegiatan ini untuk meningkatkan mutu madrasah, imbuhnya.

Saat ini madrasah mempunyai nilai yang lebih di mata masyarakat, animo untuk menyekolahkan anaknya dimadrasah sangat tinggi, output yang dihasilkan tidak kalah dengan sekolah umum, bahkan selangkah lebih maju.(aj/Wul)