Tingkatkan mutu soal PAT, KKM MI Kab Tegal adakan workshop penyusunan soal

Tegal (Slawi) – Untuk meningkatkan kualitas soal Ulangan Akhir Sekolah (UAS) dan Penilaian Akhir Tahun (PAT) tahun 2017/2018, KKM MI Kabupaten Tegal mengadakan workshop penyusunan kisi-kisi dan soal yang diadakan di Hotel Permata Inn Slawi pada hari Senin(12/03). Sejumlah 91 peserta yang terdiri dari guru dan pengawas dilibatkan dalam kegiatan ini. Dari 91 peserta ini 18 bertindak sebagai tim edit dan sisanya sebagai tim penyusun kisi-kisi dan soal dari kelas I sampai dengan kelas VI

Ketua panitia, Shofar Sholahudin menyampaikan bahwa yang diundang pada workshop ini adalah orang terpilih dari ratusan guru MI yang ada di Kabupaten Tegal. Oleh karena itu beliau meminta agar peserta betul-betul siap mengikuti kegiatan ini. Bagi yang tidak siap sampai selesai mohon minta diganti pada hari itu juga

“ Ini adalah kegiatan penting, karena panjenengan adalah orang-orang terpilih dari sekian ratus guru yang ada di Kabupaten Tegal. Oleh karena itu jika anda merasa kurang mampu untuk mengikuti kegiatan ini mohon mengundurkan diri dan minta diganti sama pengawas, “ pintanya

Acara itu dibuka oleh Kasi Penma, Banu Hamdan, yang mewakili Kankemenag yang kebetulan berhalangan hadir karena bersamaan dengan workshop tentang haji di Kemenag pusat. Beliau menyampaikan amanat dari kankemenag bahwa dirinya sangat ingin bertemu dengan para guru namun waktunya yang berbarengan tidak memungkinkan untuk itu.

“ Tadi beliau berpesan sama saya agar menyampaikan permintaan maafnya dan keinginannya untuk bertemu bapak dan ibu semua, namun karena adanya surat yang bersamaan waktunya tidak memungkinkan untuk hadir pada acara ini,”kata pak Kasi menyampaikan pesan dari kankemenag Kab.Tegal, Sukarno.

Lebih lanjut, kasi penma menekankan bahwa zaman sekarang ini guru kurang diperhatikan karena semua pengetahuan bisa didapatkan dari mbah google. Oleh itu fungsi guru supaya lebih diarahkan pada penanaman karakter bagi siswa. Untuk mencapainya semua harus dipaksa seperti finger print. Guru madrasah adalah guru hebat, sudah luar biasa dibanding sekolah-sekolah.

“ Guru sudah kurang diperhatikan karena semua info bisa didapatkan dari mbah google. Anda harus lebih menekankan penanaman karakter buat siswa. Untuk menjadi hebat maka perlu ada paksaan seperti contohnya finger print. Anda adalah orang hebat bahkan lebih hebat dari guru- guru di sekolah.” ujarnya.

Diakhir sambutannya beliau menambahkan pesan yang menggugah para guru. “ Sebagai bagian dari kementerian agama mari kita berjuang tanpa henti, bersabar tanpa batas,” imbuhnya. (ar27/rf)