Tingkatkan Predikat GA Katolik Profesional Melalui Workshop Peningkatan Kompetensi

Pati – Kantor Kementerian Agama Kab. Pati melalui Penyelenggara Katolik menggelar kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Agama Katolik, yang diikuti 30 peserta guru agama katolik se Kabupaten Pati, dengan menghadirkan 7 (tujuh) nara sumber yaitu Pembimas Katolik Kanwil Jateng, Kepala Kankemenag Kabupaten Pati, Pengawas Pendidikan Agama Katolik dan 4 (empat) tokoh agama katolik Kabupaten Pati, digelar di Hotel Pati Jl. Panglima Sudirman Pati, Senin sd Rabu (21-23/5/2018).

Dalam laporan Penyelenggara Agama Katolik Kankemenag Kabupaten Pati Yosep Elia Triwinanto, selaku Ketua Pelaksana menyampaikan, Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya berbagai macam teknologi komunikasi dan informasi yang terus bergerak cepat dan perubahan-perubahan di masyarakatnya, Maka seorang guru harus perlu menyesuaikan kemampuan dan keahliannya sesuai dengan tuntutan zaman serta dapat memahami dan mengikuti ketentuan-ketentuan peraturan baru yang berlaku, ujarnya.

Workshop ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan tanggung jawab guru Agama Katolik terkait dengan predikat guru profesional, dapat menciptakan ketrampilan administrasi pembelajaran yang siap pakai dan dapat dipertanggung jawabkan, imbuh Yosep.

Karena itu dalam kegiatan ini, Kemenag Kabupaten Pati melalui Penyelenggara Agama Katolik berupaya memberikan penjelasan terkait beberapa kebijakan-kebijakan dari Pemerintah RI, Kementerian Agama yang menyangkut perkembangan pendidikan saat ini serta memberikan dorongan dan semangat pelayanan terhadap guru-guru agama Katolik dalam memberikan pembelajaran dan teladan pula di masyarakat, paparnya.

Sementara sambutan arahan sekaligus pembinaan Kepala Kankemenag Kabupaten Pati Imron, menitikberatkan pada tenaga pendidik dan sekaligus sebagai pewarta yang mesti dapat mengimplementasikan pendidikan keagamaan dengan baik, sehingga para siswa dapat paham tentang agamanya sendiri dan dapat menumbuhkembangkan keluhuran budi pekerti, disamping itu tujuan dari agama itu menyampaikan kebenaran dan kebaikan harus melekat pada diri semua orang, jelas Imron mengawali arahannya.

Lebih lanjut Imron mengatakan, mendidik anak didik di sekolah merupakan hal yang sangat sulit. Akan tetapi, perbuatan tersebut merupakan tindakan yang mulia. Karena guru memberikan pengajaran yang mulia kepada anak-anak didik agar menjadi lebih baik dan bercita-cita sesuai dengan impiannya, terangnya.

Guru pun jangan pernah putus asa dalam memberikan pelajaran, apalagi terbawa emosi ketika dihadapan siswa-siswinya. Santunlah bersikap dan jangan berhenti berbuat baik, karena setiap tingkah laku dan perbuatan seorang guru akan dicontoh oleh anak didik mereka, “harapnya.

Untuk itu, mari kita tingkatkan pola pendidikan di bidang agama dengan lebih baik lagi, walaupun selama ini kita telah menuntun para siswa agar senantiasa mengamalkan ajaran agama, namun masih banyak kekurangan yang harus dibenahi agar pengamalan agama itu merekat pada diri para siswa. Selaku pendidik hendaklah memberikan pemahaman yang lebih baik sehingga menumbuhkan loyalitas para siswa untuk lebih aktif dalam mengamalkan ajaran agama. Jika hal tersebut terlaksana dengan baik, maka dengan sendirinya akan terbentuk karakter yang baik pada jiwa anak didik, “jelas Imron mengakhiri arahannya. (Athi’/bd)