Tirakatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri Di Isi Dengan Doa Bersama dan Pengajian Umum

Note : pak, maaf untuk berita ini masuk web daerah saja ya karena berita hari jadi wonogiri kan sudah banyak …..

===================================================================================================================

 

Wonogiri – Bertempat di Monumen Watu Gilang, Dusun Nglaroh, Desa Pule, Kecamatan Selogiri dilaksanakan kegiatan malam tirakatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri ke-277, Jum’at(18/5) dengan menggelar Doa’a bersama dan pengajian Umum.

Hadir dalam kegiatan Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Dandim 0728/Wonogiri, Kapolres Wonogiri, Wakil Bupati Edi Santosa, Ketua DPRD, Sekda Kabupaten Wonogiri, Kepala Kejaksaan, Kepala Kankemenag beserta jajaran dan masyarakat umum.

Ka. Kankemenag Wonogiri, H. Subadi menyampaikan bahwa acara Tirakatan Hari Jadi Kabupaten ke 277 di isi dengan nuansa religi yaitu dengan acara doa bersama dan pengajian umum dan alhamdulillah  dapat berjalan dengan baik dan lancar dan semoga Kabupaten Wonogiri kedepan pemerintahannya dapat berjalan dengan baik.

Doa bersama / istighosah mengandung masud untuk mensyukuri nikmat Allah SWT atas karunia yang di limpahkan berupa rizki kesehatan, ketentraman, kedamaian dan kerukunan selain itu juga memohon kepada Allah SWT mengayomi, membimbing dan memberikan kekuatan lahir batin kepada pemimpin dan pengambil kebijakan di jajaran pemerintah kabupaten wonogiri sehingga dapat menjaga pembangunan mental dan spiritual masyarakat di Kabupaten Wonogiri.

“Dengan momentum doa bersama / istighosah di harapkan bisa  menjadi alat pemersatu, meningkatkan kesatuan dan persatuan bangsa dalam rangka terciptanya kesehjateraan dan ketentraman masyarakat Wonogiri” harap Subadi

Kegiatan ini juga untuk mengenal perjuangan pahlawan Pangeran Samber Nyowo yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan dan menjadi cikal bakal Kabupaten Wonogiri. Dengan kegiatan ini harapannya masyarakat kabupaten Wonogiri agar dapat saling handar beni dan gumbregah untuk sesarengan mbangun Wonogiri.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo dalam sambutannya menyampaikan bahwa hari jadi kabupaten Wonogiri pada tahun 2018 sangat istimewa karena bebarengan dengan  bulan suci Ramadan, Negara yang kita cintai menghadapi ujian yang sungguh sangat memprihatinkan dengan tindakan radikalisme yang tidak berperikemanusiaan dan kita mengutuk kejadian itu maka mari kita bersama menundukkan kepala sejenak mendoakan korban kekejaman teroris dapat di terima di sisi Allah SWT. Proses keteladanan Pangeran Samber Nyowo tentang patriotisme dan sebagai suri teladan dalam pembangunan pemerintahan kabupaten Wonogiri.

“Pesan yang harus kita maknai adalah satu komitmen besar yang harus kita wujudkan sebagai penerus sejarah saat wilayah kabupaten Wonogiri yang sangat luas maka kita harus mempertanggung jawabkan nilai sejarah Pangeran Samber Nyowo. Dua tahun kami menjabat masih banyak kekurangan dan belum memuaskan semua pihak saat permasalahan di Kabupaten Wonogiri sangat komplek akan tetapi kami akan terus berjuang untuk menyejahterakan masyarakat kabupaten Wonogiri,” ucapnya.

Sedangkan dalam tausiah, KH.  Agus Budiharto kita terkadang sering melupakan sejarah tanpa adanya pengorbanan para pahlawan belum tentun kita dapat menikmati kemerdekaan saat ini.

Orang yang akan menikmati hidup yang makmur, nyaman di dunia ada empat hal yang perlu di jalankan adalah Tebarkanlah kedamaian dimanapun kita berada dimulai dari keluarga kita masing-masing. Menjalin silaturahmi kepada orang lain. Memiliki kepedulian sosial kepada sesama masyarakat yang membutuhkan. Pelihara shalat malam/Tahajud. (mursyid_heri)