Toleransi, Media atasi Perbedaan

Surakarta – Penyuluh Agama Islam Kota Surakarta bersinergi dengan Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat-Binmas) Polresta Surakarta, Suharmono dan jajarannya melakukan pembinaan dan penyuluhan kepada para takmir masjid dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Serengan, di Pendapa Kelurahan Serengan, Kota Surakarta, Kamis (15/02)

Silaturahmi tersebut bertujuan untuk mengajak para takmir masjid dan tokoh masyarakat mewujudkan masyarakat Surakarta yang adem, aman, nyaman, tentram dan kondusif. Hal ini tidak lain dalam rangka menghadapi Pilkada serentak 2018.

"Saya mengajak para takmir masjid dan tokoh masyarakat menjaga kondusifitas dalam pilkada 2018. Beda silakan tapi harus bersatu dalam kesatuan dan persatuan bangsa dan mendukung  NKRI dan Pancasila serta UUD 1945," kata Suharmono.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Kankemenag Kota Surakarta Pardi mengajak, para takmir masjid dan tokoh masyarakat agar dapat menyikapi perbedaan atau khilafiyah yang ada di jemaah atau masyarakat. Hal ini agar terwujud kedamaian, dengan cara mengamalkan lima kunci kedamaian. Pertama, ta'aruf yaitu saling kenal memgenal antara satu dengan lainnya melalui komunikasi yang baik,  tidak membedakan suku, ras dan agama.

Kedua, ta'awun, yaitu saling tolong menolong dalam hal kebaikan dan ketakwaan. Ketiga, tafahum, yaitu saling memahami satu dengan yang lain walaupun berbeda pilihan,pemahaman,dan pengamalan dalam agama, harus bisa menghormati dan menghargai kenyataan perbedaan yang ada, tidak mudah menyalahkan yang lain apabila mereka beda dengan kita, karana ilmu dalam islam sangat luas. Keempat, tarokum,  yaitu saling berkasih sayang sesama umat manusia tidak membedakan suku,  ras, golongan dan agama.

"Dan kelima, tasamuh saling bertoleransi antara perbedaan yang ada, bagiku amalku dan bagimu amalmu," terang Pardi.

Kegiatan yang diikuti 40 takmir masjid dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Serengan ini, dilanjutkan dengan deklarasi perdamaian menjelang Pilkada 2018.

Kepala Seksi Bimbingan Mayarakat Islam (Bimas) Islam Kemenag Kota Surakarta, Nasiruddin, mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab, positif dalam membangun komunikasi dan silaturahmi antar takmi masjid, tokoh agama dan masyarakat.

"Lewat acara seperti ini akan terwujud komunikasi yang baik dan kerukunan antar takmir masjid, tokoh agama dan tentu umara," ungkap nasiruddin.

Menurutnya, kegiatan pertemuan takmir masjid juga penting. Terlebih, akan menghadapi Pilkada  2018. Untuk itu, lewat kegiatan tersebut agar antar takmir masjid dan umat Islam tetap hidup rukun, saling menghormati walaupun berdeda pilihannya.

"Semoga dalam Pilkada 2018 ini, suasana kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara tetap kondusif dalam bingkaian NKRI," pungkasnya. (rma/gt)