Transformasi Digital : Musibah atau Anugerah

Temanggung – Dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan Literasi Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengadakan kegiatan Literasi Digital, pada Rabu (25/08) pukul 09.00-11.30 WIB di Kabupaten Temanggung.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengedukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital.

Kalau bicara teknologi, sudah pasti akan setiap saat berkembang terus. Tinggal bagaimana kita beradaptasi pada setiap perkembangan tersebut.

Bersama narasumber Isharsono,  Founder Istar Digital Marketing Center, Prasidodo Listiaji, Pemimpin Redaksi Agendaindonesia.com, konsultan media, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, H. Ahmad Muhdzir dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, Ali Arifin dan dipandu oleh moderator Fikri Hadil, kali ini memberikan wawasan lebin jauh mengenai “Transformasi Digital, Musibah atau Anugerah?”.

Seiring perkembangan zaman, kehadiran teknologi digital semakin mempermudah segala kegiatan manusia. Mulai dari berbelanja hingga bekerja bisa terbantu berkat teknologi digital. Praktisi digital marketing Isharshono mengamini hal tersebut. Ia mengatakan, teknologi digital merupakan sarana yang selalu berkembang dan dibuat untuk membantu mempermudah kegiatan manusia.

“Jadi, pemanfaatan teknologi digital tergantung manusianya. Jika mereka bisa menggunakan dengan baik dan mempunyai digital skill yang bagus, teknologi tersebut bisa digunakan untuk mempermudah pekerjaan sehari-hari,” ujarnya.

Meski makin mempermudah, bukan berarti tidak ada bahaya yang mengiringi. Konsultan media, Prasidono Listiaji yang juga menjadi salah satu pembicara webinar menekankan bahaya disrupsi digital dan pentingnya perlindungan data pribadi.

Disrupsi, papar Prasidono, adalah sebuah loncatan perubahan dari sistem lama ke cara baru. Disrupsi mengubah teknologi lama yang lebih banyak menggunakan fisik ke teknologi digital dan menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru, lebih bermanfaat, serta lebih efisien dan cepat.

Walau begitu, lanjutnya, pengguna harus lebih waspada terkait masalah keamanan digital. Keamanan digital atau digital safety merupakan kemampuan dalam mengenali, membentuk pola, menerapkan, menganalisis, serta meningkatkan kesadaran keamanan digital dalam keamanan sehari-hari. “Cara melindungi data pribadi bisa dilakukan dengan menggunakan password yang berbeda pada setiap platform, gunakan  password yang kuat, gunakan setting privasi, minimalisasi pemberian data pribadi di sosial media maupun real life, dan berhati-hati dengan link yang akan diakses,” paparnya.(sr/bd)