Try Out, Ajang Latihan Ujian Siswa

Klaten – Persiapan bagi siswa di semua tingkatan menjelang ujian nasional terus digelar berbagai pihak. Persiapan tersebut dalam bentuk uji coba atau try out agar bisa makin dekat dengan bentuk dan ragam soal saat ujian akhir tahun ajaran nanti.

Demikian juga MTsN Jatinom Klaten menggelar try out menghadapi UN, UAMBN, USBN selama 6 hari dimulai dari 5-10 Februari 2018 yang diikuti siswa kelas IX sebanyak 299 peserta try out, Kamis (8/2).  

Kepala MTsN Jatinom, Sunyata saat ditemui humas mengatakan, sudah menjadi agenda rutin di MTsN Klaten selalu menggelar try out, sebagai proses rangkaian pembinaan mata pelajaran yang akan diujikan. Pendidik bisa mapping kesiapan siswa dalam menghadapi ujian  dalam waktu dekat ini.

"Pendidik akan mengetahui kekurangan dalam mata pelajaran dan bagi siswa, untuk bisa jadi patokan tingkat kemampuan dan kesiapan pada dirinya," tandas Sunyata.

Tujuan diadakan kegiatan try out sebagai bentuk untuk mengukur dan menguji kemampuan peserta didik kelas IX terkait pemahaman mereka tentang meteri yang sudah diterima. Try out diadakan seperti layaknya UN sesungguhnya agar peserta didik tidak gugup dan bisa menyelesaikan soal-soal dengan baik.

Lebih lanjut Sunyata mengungkapkan, try out kali ini bisa dijadikan ajang latihan ujian bagi para peserta untuk menghadapi UN. Selain itu mental siswa akan terbentuk dengan seringnya mereka mengerjakan latihan soal UN.

"Langkah ini sebagai upaya meningkatkan kemampuan siswa, diharapkan prestasi dan nilai dari siswa MTsN Jatinom akan lebih baik lagi," jelas Sunyata.

Tujuan MTs mengadakan Try Out tentu ini berkaitan dengan sesuatu yang sangat strategis dan tujuannya adalah untuk  lebih mendongkrak prestasi, menghapus image masyarakat bahwa madrasah/MTs adalah second choice, pilihan kedua setelah SMP.

MTsN Jatinom merupakan madrasah favorit di Klaten, sekolah  yang mempunyai nilai plus, sekolah dengan kurikulum yang menggabungkan iptek dan imtak. Animo masyarakat untuk mensekolahkan anaknya di MTsN Jatinom sangat tinggi, ini dibuktikan dengan setiap tahun ajaran baru pendaftarannya membludak dan kuota terbatas, jadi banyak yang tidak bisa tertampung di MTsN Jatinom.(nhn_aj/Wul)