Try Out, Ukur Kemampuan Siswa Hadapi UN dan UAMBN

Klaten – Dalam rangka menghadapi ujian nasional tahun 2016/2017 ini, sebanyak 268 siswa kelas  IX MTsN Jatinom Klaten mengikuti try out Ujian Nasional (UN) dengan mata pelajaran yang diujikan Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, IPA) dan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) dengan mata pelajaran yang Aqidah Akhlak, Fiqih, Al Quran Hadist, SKI, Bahasa Arab) selama 5 hari yang dimulai dari 20-24 Maret 2017.

Kepala MTsN Jatinom Sunyata disaat monitoring (21/3) pelaksanaan try out mengatakan, Alhamdulillah selama 2 hari ini berjalan baik dan tertib. Kegiatan ini  merupakan rangkaian pembinaan mata pelajaran ujian. Dengan kegiatan ini harapkan guru bisa memetakan kesiapan siswa dalam menghadapi ujian  mendatang, sehingga guru mata pelajaran bisa mengambilnya sebagai follow up. Sementara bagi siswa, mereka bisa mengukur tingkat kesiapan pada dirinya.

“Try out ini sangat membantu siswa dalam mengukur sejauh mana kemampunnya, kita bisa mengetahui siswa kita itu lemahnya dimana, nilai yang diperolehnya berapa, jadi bisa diperbaiki,” tandasnya.

Simulasi ujian nasional ini dilakukan dalam rangka mengasah kemampuan para siswa mengenal kisi-kisi soal yang biasa keluar pada saat ujian nasional, para siswa dapat mengetahui kisi-kisi soal dan dapat merasakan suasana ujian nasional. “Kita harap dengan ujian try out ini, siswa kita mendapatkan pengalaman dan merasakan suasana ujian nasional,” ujarnya.

Dengan kegiatan ini siswa dapat mengerjakan soal-soal dengan serius dan sungguh-sungguh agar mendapat nilai sesuai harapan dan anggaplah try out ini adalah ujian sesungguhnya supaya pada hari pelaksanaan nanti bisa mengerjakan soal dengan baik. Nilai ujian MTsN Jatinom akan baik dan tinggi-tinggi sesuai yang diinginkan bersama.

Lebih lanjut Sunyata mengatakan, MTsN Jatinom merupakan madrasah favorit di Klaten,  sekolah dengan kurikulum yang menggabungkan antara ajaran agama Islam dan pengetahuan umum ini, setiap tahun ajaran baru mendapat respon tinggi bagi orangtua yang anaknya lulus SD/MI untuk masuk MTsN Jatinom dan pendaftarnya melebihi kuota bangku yang tersedia.

“Jadi sekarang ini, madrasah yang dulu dianggap menjadi sekolah pinggiran dan sekolah pilihan ke dua, kini sekolah madrasah yang di bawah naungan Kementerian Agama menjadi pilihan utama masyarakat,” jelas Sunyata.(ny_aj/Wul)